Senin, 19 November 2012

Roadshow Dongeng Ka' Lulu @TPQ. Az Zahra Cikaret


Usai sholat dzuhur Ka' Lulu langsung melaju ke lokasi Roadshow Dongeng, kali ini  tujuannya adalah TPA, Taman Pendidikan Al -Qur'an AZ ZAHRA yang berada di Cikaret. Ibu guru TPQ sudah mulai menelpon menanyakan posisi keberadaan, ibu guru pun merasa senang karena tempat menuju lokasi tinggal sudah mulai dekat.
Alhamdulillah... sampai juga di TPQ. Az Zahra, Kak Lulu disambut dengan meriah oleh alunan musik marawis dan sholawat Nabi SAW. Pastinya melihat para santriwan dan santriwati dengan lihainya memainkan alat musik marawis. yups.. Perbanyak latihan pasti akan bisa meraih cita-cita!

Usai sholat dzuhur Ka' Lulu langsung melaju ke lokasi Roadshow Dongeng, kali ini  tujuannya adalah TPA, Taman Pendidikan Al -Qur'an AZ ZAHRA yang berada di Cikaret. Ibu guru TPQ sudah mulai menelpon menanyakan posisi keberadaan, ibu guru pun merasa senang karena tempat menuju lokasi tinggal sudah mulai dekat.

Alhamdulillah... sampai juga di TPQ. Az Zahra, Kak Lulu disambut dengan meriah oleh alunan musik marawis dan sholawat Nabi SAW. Pastinya melihat para santriwan dan santriwati dengan lihai-nya memainkan alat musik marawis. Melantunkan shalawat kepada Rasulullah SAW, Semoga kita mendapat syafa'at dari Rasulullah SAW. 

Kalo lihat sahabat-sahabat yang bermain marawis, tentunya jadi ingin ikut memainkan. Susah tidak ya, pastinya mudah juka kita ingin belajar :) Seperti cita-cita yang ingin kita wujudkan, rajin belajar, pasti akan tercapai. yups.. Perbanyak belajar dan mencari pengalaman dengan selalu berlatih,  pasti akan bisa meraih cita-cita!

Kali ini Ka' Lulu mendongeng tentang QS. Al Fiil. Kisah Pasukan bergajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman yakni Abrahah, bisakah pasukan bergajah menghancurkan Ka'bah? Yuk, kita simak kisahnya ^_^






Abrahah adalah pemimpin negeri Yaman. Dia penganut Nashrani yang taat. Menjadi wakil An Najasyi di negeri Yaman. Dia menyaksikan begitu banyak orang berduyun-duyun menuju Ka’bah, Baitul Haram.
Dia bertanya,”Kemana mereka pergi?”
Dijawab: “Mereka menuju Ka’bah di Mekkah untuk menunaikan ibadah haji”.
Dia bertanya,”Ka’bah itu apa?”
Mereka menjawab,”Rumah yang terbuat dari bebatuan.”
Dia bertanya kembali,”Apa kain penutupnya?”
Mereka menjawab,”Kain yang didatangkan dari sini.”
Mendengar penjelasan seperti ini, maka ia bertekad dengan menegaskan: “Aku akan mendirikan bangunan yang lebih baik darinya”.
Dia pun segera menitahkan pembangunan kanisah (gereja) besar di Shan’a. Segala nilai seni dan beragam keindahan menghiasinya. Tempat ibadah ini dikenal dengan nama Qullais. Sebuah gereja yang pada zaman itu, kemegahannya tidak ada tandingan di muka bumi. Kemudian ia menulis kepada Raja An Najasyi dengan berkata:
“Wahai, Baginda Raja. Aku telah membangun sebuah gereja yang belum pernah dibangun gereja sebesar itu sebelum engkau. Aku belum puas sehingga mampu memalingkan pelaksanaan haji bangsa Arab kepadanya”.
Niat busuknya itu sampai ke telinga seseorang dari Bani Kinanah. Maka orang dari Bani Kinanah ini mencoba masuk ke dalamnya saat malam tiba. Dia lumuri arah kiblatnya dengan bekas kotorannya. Tatkala Abrahah mengetahui kejadian itu, emosinya langsung menyala. Dia bersumpah akan mendatangi dan menghancurkan Ka’bah. Abrahah segera menyiapakan pasukan dengan berkekuatan beberapa gajah.
Mendengar berita tersebut, orang-orang Arab kebingungan. Mereka mengetahui, kekuatan pasukan Abrahah sama sekali tidak sebanding dengan kekuatan yang mereka miliki. Tetapi bagaimanapun juga, bagi bangsa Arab, melawan pasukan Gajah menjadi kewajiban, karena Abrahah bermaksud menghancurkan Ka’bah Baitullah Al Haram.
Beberapa kabilah yang dilewati perjalanan pasukan bergajah itu, berusaha menghambat langkah tentara Abrahah. Namun usaha mereka tidak mendapatkan hasil. Pasukan Abrahah dengan gajahnya terlalu kuat untuk dikalahkan oleh bangsa Arab.
Saat Abrahah dan prajuritnya sudah mendekati Mekkah, mereka menjumpai onta-onta milik Abdul Muththalib dan kemudian menangkapinya. Maka sang pemilik, Abdul Muththalib mendatangi Abrahah untuk meminta kembali harta miliknya, yaitu onta-onta yang telah diambil.
Abdul Muththalib adalah sosok yang rupawan. Wajahnya memancarkan kewibawaan dan ketenangan. Oleh karena itu, Abrahah menghormati dan memuliakannya. Kemudian Abdul Muththalib menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu untuk meminta kembali onta-ontanya.
Mendengar permintaan ini, Abrahah kaget, seraya berkata kepada Abdul Muththalib:
“Engkau kemari untuk membicarakan onta-onta, tidak ingin membicarakan tentang rumah yang merupakan pusat keagungan, kemuliaanmu dan nenek moyangmu?”
Mendengar pernyataan Abrahah seperti itu, maka Abdul Muthtalib menjawab dengan ungkapan bak kata mutiara :
“Aku adalah pemilik onta-onta itu. Adapun rumah itu (Ka’bah) mempunyai pemilik yang akan memeliharanya”.
Kemudian Abdul Muththalib pulang untuk membuka pintu Ka’bah. Bersama beberapa orang Quraisy, ia memanjatkan do’a kepada Allah supaya menurunkan keselamatan dan kebebasan dari pasukan Abrahah. Setelah itu, mereka bergegas menuju gunung-gunung di sekitar Ka’bah untuk melihat apa yang akan dilakukan Abrahah dan pasukannya terhadap Ka’bah.
Gajah besar yang berada dalam pasukan Abrahah, selalu menolak untuk berjalan tatkala diarahkan menuju Mekkah, tetap duduk di tempatnya. Namun, apabila diarahkan ke tempat lain, ia berjalan dan berlari. Meski demikian, Abrahah dan bala tentaranya bersikeras tetap menuju Ka’bah untuk menghancurkannya.
Tidak berapa lama kemudian, Allah mengutus burung-burung yang berbondong-bondong. Di patuk dan kedua kaki burung-buru itu terdapat batu-batu kecil. Makhluk-makhluk tersebut melempari pasukan Abrahah dengan kerikil-kerikil yang dibawanya. Orang yang terkena lemparan batu tersebut, tubuhnya langsung terkoyak dan mati.
Melihat keadaan ini, pasukan yang selamat mencoba melarikan diri, tetapi mereka berjatuhan di jalanan dan di setiap tempat. Siksa yang menyakitkan telah didatangkan Allah menimpa pada Abrahah dan pasukannya. Allah mengabadikannya dalam surat Al Fil. Allah berfirman, yang artinya:
“Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). “[Al Fil : 3-5].
Rasulullah juga bersabda.
إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الْفِيلَ وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ
“Sesungguhnya Allah menahan tentara gajah dari Mekkah, dan menjadikan Rasul dan kaum Mukminin menguasainya”. [HR Syaikhani: Bukhari, no. 109; Muslim, no. 2414].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)