Rabu, 07 November 2012

Roadshow Dongeng Ka' Lulu - Selasa, 6 November 2012

Roadshow Dongeng pada hari Selasa, 6 Nov 2012 di kota Bekasi, tepatnya di Yayasan Al- Luthfah. SDIT. Al Luthfah Cikarang Selatan Bekasi. Perjalanannya yang jauh dengan kemacetan yang tidak bisa dihindarkan, tidak terasa dan hilang dengan segera setelah melihat antusias para murid-murid SDIT. Al Luthfah yang sudah siap mendengarkan dongeng. Para guru juga ikut mendampingi untuk bersama-sama mendengarkan dongeng kisah dalam al-Qur'an. 

Ka' Lulu dongeng di salah satu ruang yang terletak di lantai 3 sekolah, yayasan Al Luthfah terdiri dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Ka' Lulu mendongeng untuk murid-murid SDIT. Al Luthfah. Sebelum acara dongeng dimulai seorang guru yang cantik dan baik hati membacakan susunan acara, diawali dengan pembacaan QS. An Naba oleh dua orang murid, kemudian sambutan oleh  dimulai dewan guru, kemudian berlanjut pada mendengarkan dongeng.  Diawali dengan olahraga menari bersama lalu bersama-sama bertepuk, bernyanyi dan mulai bercerita. 

Kisah yang dibawakan adalah tentang QS. An Naba  yang menerangkan pengingkaran orang-orang musyrik terhadap hari berbangkit, ancaman Allah terhadap sikap mereka, azab yang akan mereka terima di hari kiamat serta kebahagiaan orang-orang yang beriman. 

Awalnya hanya menceritakan tentang QS. An Naba, akan tetapi karena ada beberapa murid yang mampu menyebutkan nama-nama sahabat Rasulullah SAW, antara lain Ali bin Abi Tholib, Umar bin Khotob, Usman bin Affan, Abu Bakar Shidiq dan sahabat-sabahat lainnya, sehingga kisah pun berlanjut pada cerita Rasululloh dan pengemis buta. Kisah indah ini menggambarkan keistimewaan akhlaknya Rosululloh, dalam al-Qur'an dijelaskan :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzab: 21)

‘Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah Saw, maka dia pun menjawab: “Akhlak beliau. adalah al-Quran (Diriwayatkan oleh Ahmad dari al-Hasan).
Sedangkan di dalam hadits Rosul, Ketika Aisyah ditanya mengenai akhlak Rosululloh SAW., beliau menjawab: “خُلُقُهُ الْقُرْآنَ”, sebagaimana hadis berikut:


سُئِلَتْ عَائِشَةُ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash z meriwayatkan bahwa Rasul n pernah bersabda:

إِنَّ مِنْ أَخْيَرِكُمْ أَحْسَنَكُمْ خُلُقًا
“Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. al-Bukhari, 10/378 dan Muslim no. 2321)



Yuk, Jangan lupa juga untuk senantiasa berdoa, yakni memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dalam haditsnya, Rosululloh selalu membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الْأَخْلَاقِ وَالْأَعْمَالِ وَالْأَهْوَاءِ
Hadits ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah  dari tiga kemungkaran.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak-akhlak yang mungkar, dari amalan-amalan yang mungkar, dan dari hawa nafsu yang menyimpang.” (HR. at-Tirmidzi no. 3591, disahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi, 3/473)
1. Berlindung dari akhlak yang mungkar, karena dari akhlak yang mungkar inilah kejelekan-kejelekan menimpa seseorang.
2. Berlindung dari amalan-amalan yang mungkar, yaitu dosa-dosa dan kemaksiatan.
3. Berlindung dari hawa nafsu yang mungkar.


Diakhir acara sebelum berdoa, Ka' Lulu berpesan kepada murid-murid SDIT. Al Luthfah senantiasa mencontoh akhlak Rosul, menjadi insan yang terbaik yakni yang senantiasa memiliki akhlaqul karimah.
Sampai jumpa lagi di acara Roadshow Dongeng yang akan datang, berkah dan sukses selalu.
Salam Semangat dan Ceria ^_^





Berikut Kisah 'Rosululloh dan Pengemis Yahudi yang Buta'

Di sudut pasar Madinah, ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" .

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahawa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai baginda wafat. 

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. 
Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". "Apakah itu?", tanya Abu Bakar RA.

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. 

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil mengherdik, "Siapakah kamu?". Abu Bakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku," bantah si pengemis buta itu.

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. 

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". 

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia, " 

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi seorang muslim. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)