Jumat, 16 November 2012

Roadshow Dongeng Ka' Lulu di SD. Islam Amaryllis Cibubur Jakarta

If you're happy and you know it clap your hands.
If you're happy and you know it clap your hands.
If you're happy and you know it and you really want to show it,
If you're happy and you know it clap your hands.

If you're happy and you know it stomp your feet.
If you're happy and you know it stop your feet.
If you're happy and you know it and you really want to show it,
If you're happy and you know it stop your feet.

If you're happy and you know it shout "Horray!"
If you're happy and you know it shout "Horray!"
If you're happy and you know it and you really want to show it,
If you're happy and you know it shout "Horray!"

If you're happy and you know it do all three.
If you're happy and you know it do all three.
If you're happy and you know it and you really want to show it,
If you're happy and you know it do all three! 

Dengan semangat dan wajah ceria, murid-murid SD. Islam Amaryllis bersama bernyanyi dan menari bersama-sama. Yups.. kali ini ka' Lulu berkunjung di SD. Islam Amaryllis yang terletak di Cibubur Jakarta. Sebelumnya, para murid-murid yang hebat di panggung yang besar ini, sudah menampilkan seni yang beraneka indahnya, ada yang membacakan puisi, menghafal QS. An Naba, menghafal asmaul husna, menari daerah, bernyanyi vocal group dan semuanya dengan busana yang beragam dan penuh warna-warni juga pastinya memberikan perform yang bagus luar biasa.

Setelah sambutan dari Kepala SD. Islam Amaryllis, Ibu Syamsi Kurniati, S. Ag tiba saatnya bersama-sama mendengarkan dongeng Ka' Lulu, kali ini didampingi oleh Ka' Zia yang memainkan musik keyboard agar kisah yang dibawakan menjadi lebih seru. Kisah apa ya, yang akan Ka' Lulu bawakan? Kisah seorang penguasa kerajaan Mesir ? siapa dia....? Yups, betul sekali, Fir'aun.. ^_^ mari, bersama-sama kita dengar kisahnya. 

Kisah Siti Masyitoh dan Raja Fir'aun


Ketika itu Nabi Musa AS yang masih bayi dimasukkan oleh ibunya ke dalam peti dan kemudian dihanyutkan ke sungai Nil, agar selamat dari pembantaian raja Fir’aun. Yang membuat peti adalah Hizqil suami Masyitoh. Maka dengan ketentuan Allah peti yang berisi bayi Musa itu ditemukan oleh Siti Asiah isteri Fir’aun yang sudah beriman kepada Allah secara diam-diam. Atas izin suaminya Asiah memelihara dan mengasuh Nabi Musa sampai dewasa.
Hizqil memiliki isteri solehah dan bekerja sebagai tukang sisir puteri raja Fir’aun. Karena profesinya itu ia sering dipanggil dengan panggilan “Masyitoh”. Dia senantiasa taat terhadap Kitab Taurat yang diajarkan oleh Nabi Musa AS. Pada suatu ketika Masyitoh sedang menyisir rambut puteri raja, tanpa disadari sisirnya terjatuh, maka sepontan Masyitoh menyebut nama ALLAH. Dan terdengarlah ucapan itu oleh sang puteri seraya berkata “Jangan sebut nama itu, sebut saja nama ayahku, kalau tidak aku adukan kepada ayahku”. Masyitoh menjawab “Tidak… Tuhanku hanyalah ALLAH, dan Dia Tuhan ayahmu juga”. Maka diadukanlah Masyitoh kepada Fir’aun.
Ketika berhadapan dengan Masyitoh, Fir’aun bertanya “Siapakah Tuhanmu?”… “Tuhanku hanyalah ALLAH yang Maha Satu” jawab Masyitoh tegas. Maka Fir’aun murka dan mengancam akan melemparkan Masyitoh ke dalam minyak mendidih. Namun Masyitoh tetap dalam pendiriannya dengan berkata “Saya hanya takut kepada ALLAH. Dan tidak ada tuhan selain ALLAH”. Akhirnya Fir’aun memerintahkan pengawalnya membuat belangga (sejenis kuali raksasa), dan kemudian diisi dengan minyak mendidih.
Maka dilemparlah Masyitoh beserta anak-anaknya ke dalam minyak itu. Dan kini tinggal anaknya yang masih bayi. Sehingga karena kasihan Masyitohpun ragu. Maka dengan kehendak ALLAH bayi itu dapat berbicara : “Sabarlah wahai ibuku, sesungguhnya kita dalam pihak yang benar”. Akhirnya hilanglah keraguan Masyitoh, dengan penuh gembira dan ikhlas karena ALLAH sambil membaca “Bismillahi Tawakkaltu ‘alAllah WAllahu Akbar”, Siti Masyitoh dan bayinya terjun ke dalam minyak mendidih. Akhirnya tulang-tulang Masyitoh dan anak-anaknya dikuburkan di suatu tempat atas permintaan Masyitoh sendiri yang dikabulkan oleh Fir’aun. Hingga saat ini kuburan Masyitoh tetap harum semerbak, bahkan Nabi Muhammad SAW sempat menciumnya ketika perjalanan Isro’ dan Mi’roj.
ﻴﺎﺍﻴﻬﺎ ﺍﻟﺬ ﻴﻦ ﺍﻤﻨﻭﺍ ﺍﺘﻖ ﺍﷲ ﺤﻖ ﺘﻘﺘﻪ ﻭﻻ ﺘﻤﻭﺘﻦ ﺍﻻ ﻭﺍﻨﺘﻡ ﻤﺴﻠﻤﻮﻦ
“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah mati melainkan dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imron : 102)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)