Senin, 19 November 2012

'HIJRAH YES, GALAU NO!' PRISMA AT TIN JAKARTA

Hijrah yes, Galau No! @Masjid At Tin - sebelum mulai olahraga Chiken Dance dulu yuuu... ^_^
Hijrah Yes, Galau No! Usai acara berfoto bersama Kak Dude Harlino.. SMILE.... ^_^
Tanggal 18 November 2012 menjadi moment yang penting dan bersejarah bagi pemuda pemidi, remaja putra dan putri yang tengah dilanda galau, selalu galau, sedang masanya menghilangkan rasa galau, atau tak tahu apakah dirinya tengah dilanda kegalauan. Nah, pada jam 14.00 wib teng! Tempat di aula masjid Agung At Tin Jakarta, pembahasan tentang Galau pun dimulai, dengan tema :

Hijrah yes, Galau No! 

Galau? apasih penyebab galau, bingung baru putus atau diputusin kekasih, nggak ngerti pelajaran yang ikin mumet, teman yang gak asyik atau masalah-masalah lainnya yang semua itu masih dengan judul besar 'GALAU!'. Yups, galau memang kata yang menghipnotis pemuda-pemudi masa kini, kata yang naik daun ini tengah ramai ada dalam setiap sudut perbincangan yang bisa membuat jiwa seseorang jadi kosong, lemah atau merana. Kata-kata  yang menggamarkan kegalauan menandakan seseorang tengah dilanda rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan pada jiwanya. Tak hanya laku di facebook atau twitter saja, bahkan di media televisi pun orang-orang seakan-akan dicekoki dengan kata-kata 'GALAU'. 

Galau sudah menjadi fitrah manusia. karena pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan. Ada 15 Sifat manusia yang termaktub di dalam al-Qur'an. 

1. Manusia itu LEMAH
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28)

2. Manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6)

3. Manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1)

4. Manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155)

5. Manusia itu BERSEDIH HATI
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62)

6. Manusia itu TERGESA-GESA
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11)

7. Manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4)

8. Manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12)

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6)

9. Manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 )

10. Manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83)

11. Manusia itu KIKIR
“Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100)

12. Manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)

sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6)

13. Manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72)

14. Manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36)

15. Manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72)


Yups... dari sifat-sifat yang disebutkan diatas, tentunya sahabat-sahabat tahu dong mana sifat yang menggambarkan kegalauan. Bersedih, khawatir, berkeluh kesah, dll. Dapat disimpulkan bahwa manusiawi bila GALAU itu tiba.

Jadi kepikiran deh, gini lho... sekarang ini kata GALAU kan sedang 'in. Nah... zaman Rosulullah dulu ada nggak sih yang GALAU, atau Rosul suka galau nggak ya?
Jaewabannya adalah, pernah.. ^_^ Rosul pernah mengalami kegalauan pada Tahun ke 10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni(tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.

Sahabat Rosul juga pernah ada yang galau, yaitu Abu Bakar Shidiq, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka.

Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!
Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)

Nah, sahabat-sahabat.. Ayat di atas mungkin dapat menjadikan kita agar lebih merenungi lagi terhadap setiap masalah apapun yang kita hadapi. Dalam setiap persoalan yang tak kunjung terselesaikan, maka hadapkanlah semua itu kepada Allah Ta’ala. Tak ada satupun manusia yang tak luput dari rasa sedih, tinggal bagaimana kita menghadapi kesedihan dan kegalauan tersebut.

Dear sahabat-sahabatku yang Allah sayangi.. 
Allah telah memberikan solusi kepada manusia untuk mengatasi rasa galau yang sedang melanda. Apa ya tips'nya ?

No GALAU Biar GAUL..! Nih Rumusnya...!!

     Let's say together 'SMILE' ^_^ SMILE


1. Sabar

     “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al Baqarah 153).
      Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.

2. Mengadukan semua itu kepada Allah
    “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan(QS. Al Fatihah 5).

3. If you're sad, Positive thinking
      Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala.
   “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
     (Qs Al-Insyirah 5-6).

4. Lets Pray To Allah
    “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kamu kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir 60)
     “Wahai Muhammad jika hambaku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku sangat dekat. Aku akan menjawab permohonan mereka apabila mereka berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah 186)
    Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan     mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:
     “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya
      kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).


5. Enggak Lupa, Dzikrullah (Mengingat Allah)
      Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.
    “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram (Qs Ar-Ra’du 28).

Sahabat-sahabat, ada nggak ya.. mereka ya tak pernah dilanda GALAU..?
Yups, ternyata ada lho,
MEREKA YANG TIDAK DILANDA GALAU :

       1. Orang-orang yang menjaga shalatnya dan khusyuk dalam shalatnya
         (QS. Al-Ma’arij :22-23)

    Shalat dan zikir memang terbukti ampuh untuk menenangkan hati.    Mangkanya, saat marah kita dianjurkan shalat dua raka’at agar emosi kita reda. Jadi tidaklah aneh, bila mereka yang selalu menjaga shalatnya akan terbebas dari penyakit galau.

         2. Orang-orang yang suka bersedekah (QS. Al-ma’arij: 24-25)

     Pada surah al-ma’arij ayat 21, dijelaskan bahwa galau paling mudah menjangkit orang-orang kikir. Ketika kita telah diperbudak oleh harta, maka kita akan cepat galau bila kehilangannya. Obatnya apa? Ya, rajin-rajinlah bersedekah, karena bersedekah adalah kiat untuk membebaskan hati kita dari kungkungan nafsu akan harta benda duniawi.

         3. Orang-orang yang benar-benar yakin akan datangnya hari kiamat
             (QS. Al-Ma’arij :26)

     Kalau kita selalu ingat, bahwa tidak ada yang kekal di atas bumi ini, bahwa hari kiamat akan datang suatu saat nanti. Maka, insyaallah segala tindak perilaku kita akan menjauhkan diri kita dari penyakitgalau.

        4. Orang-orang yang takut pada siksa Allah (QS. Al-Ma’arij : 27-28)

      Orang yang sering melakukan dosa, tentu hidupnya akan terus diliputi perasaan galau. Dosa-dosa itu akan terus menghantui, lalu menimbulkan rasa menyesal dan takut yang mendalam. Beruntunglah bagi siapa saja yang mau bertaubat, karena ia tahu bahwa azab Allah sangatlah pedih. Orang yang ingat akan azab Allah, saat ditimpa cobaan maupun musibah tidak akan mudah mengeluh, ia senantiasa beristighfar, mohon ampun kepada Allah, karena ia merasa cobaan dan musibah itu datang karena dosa-dosa yang telah ia perbuat.

          5. Orang-orang yang menjaga kemaluaannya dari dosa
              (QS. Al-Ma’arij : 29-31)

      Sepertinya kasus galau yang paling banyak adalah galau cinta, hehe. Karenanya, kita mesti hati-hati dengan cinta terhadap makhluk. Lain halnya dengan cinta kepada Allah, tentunya tidak akan galau. Salah satu bentuk cinta kepada Allah adalah selalu menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

     Dosa anak manusia paling banyak disebabkan oleh lisan dan kemaluannya. Coba saja tanyakan pada para penganut freeseks, apa yang mereka rasakan? Kesenangan itu hanya sebentar saja, pada saat ‘melakukan’, namun setelah itu perasaan bersalah akan menghantui mereka, bersalah pada Allah, pada orang tua, pada pasangan, dan pada diri sendiri… galau!

         6. Orang-orang yang menjaga amanah dan menepati janji
             (QS. Al-Ma’arij: 32 )

     Kadangkala godaan itu datang dalam situasi yang tidak terduga, amanah yang kita emban juga sangat potensial mendapat godaan, bila amanah ini kita selewengkan demi kepantingan pribadi, maka siap-siaplah terkena galau seperti para koruptor yang memutuskan untuk bunuh diri! Serem..

           7. Orang-orang yang bersaksi dengan sebenar-benarnya
               (Qs. Al-Ma’arij : 33)

      Demikian halnya kesaksian, dosa besar bila kita memberikan kesaksian palsu di pengadilan. Walau dengan iming-iming apapun, kita harus tetap kukuh memberikan kesaksian yang benar, jangan sampai mendholimi orang lain, nanti bisa galau..

     Sahabat-sahabat... kita yakini seyakin-yakin-nya, sebesar apapun dosa yang telah kita lakukan, pintu taubat tetap terbuka selebar-lebarnya, karena Allah maha pengampun dosa.. 
      
Semoga kita bisa terbebas dari perasaan GALAU..
Keep spirit Dakwah and Ukhuwah ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)