Kamis, 16 Agustus 2012

YAYASAN FAHMIL QUR'AN, KEBERKAHAN IBU


YAYASAN FAHML QUR'AN 
Alhamdulillah, limpahan Rohman dan Rohim yang Allah berikan tak dapat terungkap dengan kata, terhitung dengan bilangan, setia tanpa batas. ISTIGHFAR, memohon ampun karena masih lupa berbuat salah, gemar menumpuk dosa dan melanggar larangan yang seharusnya ditaati.
Astaghfirullah adzim.....
Jika berkaca pada Rasul, malu rasanya... Rosulullah berjuang tanpa imbalan, maksimal di jalan dakwah menegakan panji-panji Islam. Atau mungkin ketika kita bercermin pada sahabat Rasul, Abu Bakar As Shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan sahaba-sahabat lainnya, tanpa pikir panjang, jihad harta dan jiwa mereka persembahkan tanpa banyak alasan.

Bismillah... jauh sekali rasanya dari amalan para sahabat, tapi ingin di syurga tinggal bersama Rasul. Inilah aku manusia akhir zaman, sedikit berjuang, banyak maunya...
Inginku, bersama Rasul di syurga.. mengamalkan hadits Nabi, bahwa Rasulullah akan tinggal di syurga bersama orang yang senantiasa menyayangi, menyantuni,  memperhatikan, mendidik ANAK YATIM di syurga seperti jari tengah dan telunjuk yang selalu berdekatan.

NIAT AWAL MEMBANGUN YAYASAN FAHMIL QUR'AN DI BOGOR
Bismillah... Nabung perahan mewujudkan mimpi tersebut, memberi tanah seluas 8000 meter di daerah Cibeteung Udik Bogor. Tahun 2012, bersama para sahabat remaja masjid bersosialisasi dengan warga sekitar, masyyarakat yang kurang mampu, mengenal dan nantinya berharap mereka mau belajar di yayasan yatim dhuafa yang diberinama 'FAHMIL QUR'AN' keinginan kakek membuat yayasan kedua namun tidak tersampaikan jadilah nama yayasan impian kakek yang kedua dijadikan kenyataan.

Bismillah... perjuangan dimulai, ada saja orang yang datang mengatasnamakan yayasan yang dapat memberikan dana dari luar negeri, namun orang tersebut meminta dana 30 juta untuk membuat proposal, awalnya sudah dana... hanya tersenyum dan berkata, "maaf pak, kalau awalnya dana sebesar itu harus dikeluarkan tidak bisa, ini yayasan sosial." belum lagi beberapa yayasan yang prosesnya sudah dijalankan namun tetap saja dipersulit di akhir.

MULAI BERTANYA... ada apa? TAHUN 2014 masih saja tanah kosong melompong tanpa bangunan, seiring proses menabung seiring pula perasaan menjadi bingung. "Apa yang salah?" "kenapa niat mulia, namun sulit terwujud?" "apa yang harus diperbaiki?". Pertanyaan yang kian mengunung namun belum terjawab, sampai akhirnya menyadari satu nama yang terlupakan, IBU.
Kenapa harus mengejar mimpi keinginan diri, tanpa tanya kepada IBU yang memberikan jalan mudah setiap kegiatan yang dirihoi. Ini kesalahan, harus di perbaiki, bangkit dari egodiri dan bertanya pada IBU tentang keinginannya. 
Ketika kecil Ibu selalu bertanya keinginan kita, mengabulkan kemauan kita.. lalu kenapa egois memetingkan diri sendiri.

Bismillah... "IBU MAU APA?" pertanyaan itu keluar karena kehilafan selama 3 tahun, ingin membangun ponpes yatim dhuafa, namun tanpa lebih dulu menanyakan apakah Ibu meridhoi, lalu apa kemauan Ibu? .... "INGIN PESANTREN NENEK-NENEK." begitu jawaban Ibu, ingin pesantren lansia, tanpa pikir panjang hanya jawaban kepasrahan yang muncul, "INSYAALLAH.. "

Bismillah... Proses pembangunan dimulai OKTOBER 2015 dana hasil penjualan tanah yang berada di Bogor kemudian hijrah membeli rumah kakak (dekat dari rumah Ibu di Depok) dan sawah seluas 1500 M. Alhamdulillah proses pembangunan masih berjalan sampai saat ini. Allah mudahkan, Allah lancarkan..

Nama Yayasan tetap FAHMIL QUR'AN, akta yayasan yang telah ada sebelumnya sedang diurus untuk penggantian DOMISILI Bogor ke Depok. Nama untuk PONPES LANSIA yakni HUSNUL KHOTIMAH.. 

PROSES PEMBANGUNAN PONPES LANSIA
HUSNUL KHOTIMAH


Bismillah.. nenek-nenek semangat mengaji sejak 2014. Hampir 1 tahun para lansia mengaji di rumah ibu (ibu saya) setiap minggunya di hari jum'at. Sholat dhuha bersama, membaca al quran bersama, menghafal surat pilihan dan berdoa bersama. Tujuannya sederhana, agar para nenek senantiasa berada diatas mimpi sesuai nama majlis ta'lim 'bermimpi., wafat dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH'. Sahabat...Kita semua akan wafat bukan? Kita sudah menjadi camat' alias calon mati, hanya menunggu giliran. Malaikat maut tak menunggu sampai usia kita 63 tahun, siapapun ia jika Allah takdirkan, maka terjadilah..
Ya Allah, mudahkan kami dalam sakaratul maut, wafatkan kami dalam keadaan beribadah pada Mu, mudahkan kami dalam yaum hisab, perkenan syurga untuk kami ya Robb.. aamiiin...
Sahabat.. Mohon doa untuk kelancaran pembangunan mt. Lansia, segala urusan proses pembangunan, baik rizki yang kongkrit dan abstrak, kemudahan menuntut ilmu, mengamalkan dan istiqomah beramal baik. 
Terimksh sahabat, membantu dalm moril maupun materil, dukungan dan doa. 
Sampai hri ini masih dalalm tahap proses pembangunan.
Pembangunan majlis ta'lim kaum ibu 'al hidayah dan mt. lansia 'HUSNUL KHOTIMAH', insyaAllah akan dibangun 2 lantai.  Bismillah, moga Allah mudahkan langkah ini.. aamiin..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)