Jumat, 16 Maret 2012

Ustadzah Lulu Susanti Berdakwah Sambil Berpantun


lulu-nJAKARTA (Pos Kota) – Eksistesinya sebagai juru dakwah alias ustadzah baru sebataspada kegiatan off air. Bahkan itu dilakoni Lulu Susanti tidak hanya di wilayah Jabodetabek saja. Diam-diam dia juga sudah melanglang buana ke seluruh pelosok Nusantara dan bahkan melancong ke Brunnei Darussalam.
Jika baru enam bulan belakangan sebagai juru dakwah mulai jadi pembicaraan, karena kemunculan Lulu Susanti sebagai host (pembawa acara) program syiar agama Islam bertajuk ‘Taman Hati’ di MNC TV.
“Berdakwah sambil berpantun sudah menjadi ciri khas penampilan saya jika tampil di acara off air. Nah, begitu saya tampil sebagai host, ciri tersebut nggak saya tinggalkan. Saya bersyukur ternyata mendapat respon positif dari masyarakat penonton MNC TV,” jelas sarjana tarbiyah pendidikan Islam dari Isntitut Agama Islam Al Qidah, Jakarta, itu pada Pos Kota.
Soal kepintaran berceramah, menurut pengakuannya, sudah merupakan darah turunan dari orangtua. Sejak kecil, dia bilang, sudah dididik dalam lingkungan keluarga yang agamis. Tak heran jika ibunya yang juga dikenal sebagai penceramah, mendirikan semacam pengajian di lingkungan tempat tinggalnya di Kampung Cilodong, Depok, Jawa Barat.
Sejumlah pengalaman dan ilmi ditimba Lulu Susanti demi memberikan nilai plus lain sebagai juru dakwah. Dia pernah jadi penyiar radio, sekolah di bidang penulisan skenario dan pencatat  di IKJ,  memperdalam dunia dongeng dan banyak lagi. “Kesemua itu ternyata memberikan manfaat begitu saya sekarang menjadi ustadzah,” aku Lulu yang kini sedang menempuh jenjang pendidikan S2 di Institut Pergurun Tinggi Ilmu Al-quran (IPT IQ) Jakarta dengan mengambil fakultas tafsir Al-quran.
Ciri khasnya dengan banyak mengumbar dan kemahirannya dalam berpantun dan berkisah, mencuatkan imej tersendiri bagi dirinya.
Ustadzah kelahiran Bogor, 3 April 1986 satu ini, dikenal sebagai putri bontot dari 2 bersaudara pasangan keluarga Hj. Tetty Hanafi dan Titing Marga. Selain bidang ceramah diam-diam dia juga mahir dalam menulis buku, terutama soal pendikan Islam untuk kalangan anak-anak.
Sedang untuk obsesinya ke depan, Lulu Susanti ingin menggapai target sebagai juru dakwah profesional. Di saat masih kanak-kanak dulu, dia mengaku sudah mengenal wanita penceramah semacam Hj. Tuty Alawiyah dan Hj. Suryani Taher yang jadi idolanya tersebut.
“Insya Allah untuk di dunia seni dakwah ini, saya bisa menjadi diri sendiri. Bahkan saya sudah mentargetkan sebagai obsesi hidup yang harus dicapai. Atau, setidaknya bisa banyak memberikan manfaat bagi orang lain lewat ceramah-ceramah yang saya berikan,” ucap Lulu Susanti yang kini tergabung dalam wadah EO MDK (Media Dakwah Ku) pimpinan Andree SE. (santosa/dms)
Sumber: Pos Kota

4 komentar:

  1. cara lulu membawa acara memang khas
    beda dari daiah lainnya.

    BalasHapus
  2. assalamualaikum .....
    ^_^
    Barakallah kk lulu.....

    BalasHapus
  3. @Sahabatku akhi Fakry Naras Wahidi : Alhamdulillah, terimaksih.. mohon doa semoga sehat wal'afiat, berkah dan istiqomah. amin.. :)

    @Sahabatku akhi Fajar022 : Wa'alaikumussalam.. ^_^ waiyyaka akhi, amin ya Robbal 'Alamin.. syukron.

    BalasHapus
  4. Asslkm. Ustadzah, nomor telp berapa yg bisa sy hub utk mengundang ke majelis taklim kami? Trmksh

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)