Senin, 06 Juni 2011

Keistimewaan dan Amalan-amalan di bulan Rajab (Bag. 1)

Alhamdulillah.. Semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan pada kita di bulan Rajab dan sya'ban dan bertemu bulan Romadhon.

“Allohumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Romadhon.
“Ya Alloh, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Romadhon.”

Bulan Rajab : salah satu dari 4 Bulan yg dimuliakan Alloh. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram & Rajab). (QS. At Taubah: 36)

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

“Ya Alloh, Jadikanlah bulan ini kpd kami dlm kondisi aman & hati kami penuh dengan keimanan, & jadikanlah pula bulan ini kpd kami dgn kondisi selamat & hati kami penuh dgn keislaman. Robb ku dan Rabb mu Alloh. Bulan petunjuk & bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)


Keistimewaan bulan Rajab
-------------------------------------
Ada beberapa keistimewaan dari bulan Rajab ini, di antaranya adalah :

1. Bulan Rajab termasuk bulan haram.
Sebagaimana telah dipaparkan di atas, bahwa bulan haram merupakan bulan yang sangat mulia dan istimewa, karenanya Allah menyebutkannya dalam al-Qur’an tidak kurang dari lima ayat. Bulan Rajab termasuk bulan haram, berdasarkan hadits di bawah ini:

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ: ((إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ)) [متفق عليه]

Artinya: “Dari Abu Bakrah, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya waktu terus berputar, sebagaimana keadaannya semula, pada hari dimana Alloh menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram, dan bulan Rajab yaitu bulan mudhar (yang lebih lagi dari segi keharamannya), yang berada di antara dua bulanJumadil (ula dan akhir) dan di antara bulan Sya’ban” (HR. Bukhari Muslim).

2. Bulan Rajab disebut dengan Bulan Allah (syahrullaah).
Syahrullah, berarti bulan Alloh. Tidak semata-mata dinisbahkan namanya kepada Alloh, melainkan untuk sesuatu yang istimewa. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits di Mursal riwayat Imam as-Syuyuthi dalam kitabnya al-Jami as-Shagir, disampaikan ada tiga bulan berurutan yang masing-masing milik pihak-pihak tertentu; Rajab, Sya'ban dan Romadhon. Rajab adalah bulan Alloh, Sya'ban bulan Rosululloh, dan Romadhon bulan ummat Rosululloh. Dalam hal ini Rosululloh saw bersabda:

عن الحسن البصري قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((رجب شهر الله, وشعبان شهري, ورمضان شهر أمتي)).

Artinya: "Hasan al-Bashri berkata, Rosululloh saw bersabda: "Bulan Rajab adalah bulan Alloh, Sya'ban adalah bulanku, dan Romadhaon adalah bulan ummatku".

Rajab di sebut bulan Alloh- karena itu kebaikan yang dilakukan di dalamnya, akan dilipat gandakan pahalanya, sebaliknya, kejahatan yang diperbuat di dalamnya, juga akan dilipatgandakan siksa dan dosanya.
Sementara mengapa Sya'ban disebut bulan Rosululloh saw, karena pada bulan ini Rosululloh saw melakukan banyak sekali puasa sunnat. Bahkan, dalam sebuah riwayat disebutkan, beliau melakukan puasa pada bulan Sya'ban ini seluruh bulan atau sebagian besarnya. Karena itulah Rosululloh saw menyebutnya sebagai 'Bulanku'.
Sementara Romadhon disebut bulan ummatku, karena pada bulan ini ummat Rosululloh saw panen dengan pahala. Ibadah apapun yang dilakukan di dalamnya, pahalanya dilipatgandakan dari pada pada bulan-bulan lainnya. Umrah di dalamnya, pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji, shalat sunnat yang dilakukan pada bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan pahala mengerjakan shalat Wajib, dan pahala shalat wajib dilipatgandakan menjadi tujuh puluh kali lipat dari shalat wajib pada waktu-waktu lainnya. Karena itu, sangat pantas apabila bulan Romadhon ini disebut dengan bulan ummatku, karena kita selaku ummat Rosululloh saw betul-betul panen pahala dan kebaikan.

3. Bulan yang paling mulia di antara bulan-bulan Haram lainnya.

Sebagian ulama syafi’iyyah berpendapat bahwa bulan Rajab adalah bulan yang paling mulia dibandingkan dengan bulan-bulan haram lainnya, sekalipun pendapat ini dibantah oleh Imam Nawawi, dan beliau lebih merajihkan bulan Muharram sebagai bulan yang paling istimewa dari bulan-bulan haram.

4. Termasuk satu dari lima waktu malam mustajab untuk berdoa.
Imam Syafi’i pernah mengatakan, bahwa ada lima malam yang sangat mustajab untuk berdoa, di antaranya adalah malam pertama dari bulan Rajab.

بلغنا أن الدعاء يستجاب فى خمس ليال: ليلة الجمعة, والعيدين, وأول رجب, ونصف شعبان. قال: واستحب كل ما حكيت فى هذه الليالي

Artinya: "Telah sampai kepada kami riwayat bahwa dua itu akan (lebih besar kemungkinan untuk) dikabulkan pada lima malam: Pada malam Jum'at, malam Idul Fithri, malam Idul Adha, malam awal bulan Rajab, dan pada malam Nishfu Sya'ban. Imam Syafi'i berkata kembali: "Dan aku sangat menekankan (untuk memperbanyak doa) pada seluruh malam yang telah aku ceritakan tadi".

5. Terjadinya peristiwa maha penting Isra Mi’raj Rosululloh saw.
Sebagian ulama berpendapat bahwa, Isra Mi’raj Rosululloh saw terjadi pada bulan Rajab, tepatnya pada malam ke 27 dari bulan Rajab. Ini menunjukkan bahwa bulan Rajab merupakan bulan yang sangat istimewa, dan karenanya Allah memilihnya sebagai waktu yang tepat untuk pelaksanaan Isra Mi’raj Rosululloh saw. Dan, sebagaimana diketahui bersama, Isra Mi’raj merupakan peristiwa sangat penting dalam Islam, di mana pada peristiwa itu turun perintah wajibnya shalat lima waktu.

6. Rajab merupakan singkatan dari rahmatulloh (kasih sayang Alloh), juudulloh (kedermawanan Alloh) dan birrullaah (kebaikan Alloh).
Imam Abdurrahman bin Abdus Salam as-Shafury asy-Syafi’i dalam kitabnya Nuzhatul Majaalis wa Muntakhab an-Nafais (hal 222) mengatakan bahwa kata Rajab yang terdiri dari tiga huruf ra, jim dan ba, merupakan singkatan dari Rahmatulloh (kasih sayang Alloh), Juudulloh (kedermawanan Alloh) dan birrulloh (kebaikan Alloh).
Menurutnya, bahwa pada bulan Rajab, Alloh akan mencurahkan kasih sayangNya, kedermawananNya dan kebaikan-kebaikanNya, tentu bagi mereka yang mengisinya dengan banyak kebaikan.

7. Bulan rajab adalah kunci kebaikan dan keberkahan bulan-bulan berkah lainnya.
Di antara bulan yang penuh berkah dan penuh kebaikan adalah bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan. Kunci pertama untuk meraih keberkahan dan kebaikan pada kedua bulan di atas, adalah pada bulan Rajab. Artinya, apabila bulan pada bulan Rajab sudah diisi dengan penuh kebaikan dan ketaatan, maka kebaikan dan keberkahan pada bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan, akan sangat mudah diraih.
Imam Abu Bakar al-Warraq al-Balakhy sebagaimana dinukil Ibnu Rajab dalam Lathaiful Ma’arif (hal 176), mengatakan:

شهر رجب شهر الزرع, وشهر شعبان شهر السقي للزرع, وشهر رمضان شهر حصاد الزرع.

Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam (kebaikan), bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyiram tanaman (kebaikan itu), dan bulan Romadhon adalah bulan untuk memanen tanaman dimaksud”.

Dalam kesempatan lain, Imam al-Balakhy juga pernah mengatakan:

شهر رجب مثل الريح, ومثل شعبان مثل الغيم, ومثل رمضان مثل المطر.

Artinya: “Bulan Rajab itu laksana angina, sedang bulan Sya’ban ibarat awan, dan bulan Romadhon seperti hujan (hujan penuh kebaikan dan keberkahan)”.

8. Bulan Rajab, di antara bulan pembebasan dari api neraka.
Selain bulan Ramadhan, menurut sebagian ulama, bulan Rajab juga merupakan bulan di mana di dalamnya Alloh akan membebaskan orang-orang dari siksa neraka. Karena itu, sebagaimana telah disinggung di atas, sebagian ulama mengatakan, bahwa pada bulan ini Alloh tidak akan menghukum atau mengadzab hambaNya.
Karena itulah, sebagian ulama dahulu kala sangat berharap untuk meninggal pada bulan ini. Ibnu Rajab (hal 176) menuturkan sebuah kisah, ada seorang ulama shalih sakit sebelum bulan Rajab. Kemudian ulama itu bertutur: “Sesungguhnya saya berdoa kepada Alloh, agar Alloh mengakhirkan kematian saya pada bulan Rajab, karena terdapat riwayat mengatakan bahwa dalam bulan Rajab, Alloh akan membebaskan orang-orang dari siksa kelak”. Alloh pun mengabulkan doa hamba shaleh tadi, ia pun meninggal pada bulan Rajab. Allohu akbar.(Lulu Susanti).

2 komentar:

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)