Jumat, 01 Mei 2009

Menjadi Da’iah Muda Banyak Ujiannya


(Majalah Paras No. 63/  Tahun VI / Januari 2009)
 
Sejak ikut dalam kompetisi Da’iah TPI, namanya mulai melejit. Wajahnya mulai meramaikan program televisi nasional. Ramadhan lalu, jadwalnya padat untuk mengisi program Ramadhan yang menyambangi panggilan ceramah di berbagai daerah. Tidak hanya pengalaman yang ia dapat, materi tentu saja menggembung. Anehnya, gadis 23 tahun ini masih betah tinggal di kampung dan tetap mengajar di sekolah lapisan menengah bawah.

TIGA KEINGINAN
Apakah Lulu tidak merasa ricuh dengan sebutan Ustadzah? Ia pun menjawab diplomatis, “Kita kan tak perlu mati terlebih dahulu untuk berceramah tentang kematian.” Karenanya ia tidak membatasi materi kuliahnya. Apa saja ia ungkapkan, tentang remaja, pernikahan, haji dan lainnya. Logat Betawinya yang kental dan pembawaannya yang santai, membuat audience senang menyimak tuturannya. Tampilan inilah yang menjadikannya mampu bertahan sampai tujuh besar, dalam seleksi Da’iah TPI tahun lalu.
Setelah acara berakhir, Lulu tetap laris membawakan beberapa program acara televisi. Jadwalnya kian padat, selain mengajar taman aknak-kanak (TK) , ia juga aktif di sanggar dan karang taruna remaja, siaran di radio dan kursus dongeng. Anak bungsu dari dua bersaudara ini menekuni juga dunia yang dikenal keras yang banyak ditekuni laki-laki, yakni karate. Tak hanya belajar, kini ia sudah mengajar dengan murid lebih dari 60. Kemudian dua kali seminggu, ia tetap datang memenuhi undangan berceramah. Melihat mobilitasnya yang begitu tinggi, Lulu berujar, “Semua yang saya dapat saat ini adalah berkah dari Alloh SWT. Saya tidak pernah membayangkan, Alloh telah memberi saya banyak kesempatan. Lebih bersyukur lagi karena saya mendapat sarana dan dukungan orang tua.”
Diakui Tetty Hanafie, Ibunya, ia berambisi agar Lulu menjadi penerus keluarga mereka, yang berkecimplung dalam dunia Dakwah. Ia pun berharap Lulu akan menjadi Mubalighoh. Karenanya, ia memberi nama Lu’lu yang berarti mutiara dalam bahasa Arab. Setiap makhluk yang Alloh cipta dianugrahi banyak kemampuan terlebih bila diasah dan dibesarkan dalam lingkungan yang baik. Ini yang dilakukan sang Ibu terhadap Lulu. Sejak dini, ia telah membekali Lulu dengan ilmu sehingga ia menjadi anak yang cerdas dan berani. Lulu kecil mulai tampil dalam majlis-majlis ilmu. Harapan Tetty terwujud.
Berbeda dengan Ayahnya, Titing Marga, ia ingin menjadikan Lulu olahragawati, sebab Lulu pun menunjukan bakatnya, dalam olahraga terutama karate yang ia serius sampai menyandang pelatih. Berbagai ujian kenaikan tempat ia ikuti dan berhasil.
Anehnya, Lulu justru memiliki keinginan yang berbeda, ia punya cita-cita sendiri, yakni menjadi Sutradara. Kendati begitu, ia tak ingin mengecewakan Ayah Ibunya. Jadilah penyandang gelar DAN 1 iini menjalani dan menekuni tiga kegiatan itu secara bersamaan. Menjadi Mubalighoh, pelatih karate dan akting. “Saya bersyukur Mamah sangat pengertian. Ia tak hanya mendukung secara moral tapi juga spiritual. Waktu saya minta izin kuliah seni, Mamah mengiyakan. Saya kemudian mengambil kuliah penyutradaraan di IKJ.” Terangnya.
Jalan hidup tak semulus yang ia bayangkan, suatu saat ia menghadapi problema. Lulu berada pada posisi yang sulit. Pada saat bersamaan, ia dituntut untuk memilih. Seleksi Da’iah yang diikutinya, meloloskannya untuk masuk ke tahap berikutnya. Semua peserta dikarantina. Terpaksa kuliah penyutradaraan harus dikorbankan. “Pada waktu yang sama pula, saya mengikuti ujian karate untuk kenaikan tingkat yang dilakukan dua tahun sekali. Saya bingung harus pilih apa. Masak harus dikorbankan juga. Saya menangis, “ cerita Lulu.
 AMAL JARIYAH
Lulu berulangkali mengucap syukur, menyadari kekhawatirannya akan masa depan, ternyata Alloh memberi jalan yang tak pernah ia sangka-sangka. “Saya ingat apa yang selalu Mamah bilang, ‘Jika akhirat tujuan kita, maka dunia akan dapat,” tekan sarjana jurusan Tarbiyah IAI. Al Aqidah Jakarta ini. Niat mengikuti Da’iah adalah ingin mendapat pengalaman untuk mengasah kemampuannya, ternyata yang ia dapat lebih dari itu. Setelah masuk tujuh besar, Lulu mendapat banyak tawaran berceramah di beberapa program televisi dan memenuhi undangan ke beberapa daerah, serta mendapat tawaran main sinetron.
Suatu yang lumrah, sebagai remaja, ia ingin mengaktualisasikan diri dalam berbagai bidang, termasuk akting. Kesempatan ini pun ia gapai. Ia memperoleh tawaran main di beberapa sinetron religi. Walaupun akhirnya ia memutuskan untuk tidak meneruskan kariernya di bidang akting.
Kini Lulu semakin mantap, bahwa bidang dakwah adalah jalan hidupnya. “Awalnya memang malu, masih remaja dipanggil Ustadzah dan menasehati orang tua, tapi semua jalan berkarier di bidang lainnya, lembali ke dakwah. Sekarang saya sudah yakin bahwa ini adalah garis hidup saya.” Ungkapnya. Namun begitu, jalan memang tidak selalu mulus, banyak pengalaman yang menggetarkan jiwa, membuat hatinya luka, namun semuanya dimaknai Lulu sebagai tempaan agar lebih tabah menjalaninya.
Penampilannya yang terlihat muda, dengan busana gamis buatan sang Mamah, sosok Lulu memang tampak bersahaja, inilah yang kerap kali dipandang sebelah mata. Apalagi bila dibandingkan dengan rekan-rekannya sesama Da’i Daiah yang boleh jadi memilki sarana dan fasilitas melebihi dirinya. “Saya tinggal di kampung, kalau ada undangan selalu diantar Mamah dengan mobil tua, yang ada sebelum saya lahir. Mobil tahun ’83. Suatu kali teman-teman saya sempat marah, ketika saya tiba di Bandara terlambat. Habis gimana, mobil tua, tidak bisa ngebut,” cerita Lulu riang.
Inilah yang membedakannya dengan yang lain, ia selalu tampak ceria, optimis, tidak banyak mengeluh saat mengahadapi banyak masalah. Contohnya ketika harus tampil walaupun kondisi kesehatan lemah, menginap di pulau yang tidak ada listrik, materi taushiah yang diambil oleh Da’iah lain, atau hanya disediakan air putih saat mengunjungi dan berceramah di pelosok. “Mamah selalu menasehati, ceramah adalah bagian dari amal jariah kita. Jika diniatkan ikhlas karena Alloh, Alloh akan memberi lebih, buktinya adalah apa yang saya dapat sekarang. Semuanya karena berkahnya, seperti mimpi rasanya saya dianugrahi banyak keinginan, dan terwujud.” Ucapnya dalam.
Sedangkan pengalaman yang membuatnya menangis terharu adalah saat ia berdakwah di penjara. Alloh memberinya banyak perumpamaan agar ia mengambil pengalaman. Di penjara banyak yang memiliki fisik rupawan, tampan, karier pekerjaan bonafid, kekayaan, tapi itu semua membawa mereka ke dalam sangkar penderitaan. Mengenang itu membangkitkan rasa haru dan syukur atas karunia sang pencipta.
Bagi Lulu, waktu dan kesempatan adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena itu, banyak waktu yang diisinya agar bermanfaat untuk orang lain. Lulu tak mampu meninggalkan dunia pendidikan, ia tetap mengajar, membina karang taruna dan mengajak remaja-remaja putri mengaji.
Bagaimana pergaulan dengan teman pria? Dengan lugas Tetty mengungkapkan bahwa Lulu adalah sosok pemalu yang tidak suka mencari perhatian. “Kalau dia berjalan, kemudian ada gerombolan laki-laki, ia memilih jalan lain agar tidak menjadi perhatian. Nonton bioskop kalau tidak dengan saya, ya dengan Tantenya. Kalau dapat telepon atau sms dari laki-laki, saya yang diminta membalasnya. InsyaAlloh, pergaulannya bisa terjaga. Karena saya percaya padanya.” urai Tetty.
Teks : Siwi – Majalah Paras

8 komentar:

  1. H.M.Angin Bawono.9 Juni 2009 02.40

    Ass.pok aye request, tulung muat photo2nye teman dai-daiah nyang bise didownload ape dicopy. kalau harus barter aye juge mau kirim photo2nye temen dai 1. tenk-yu . kapan kawin...??? kalau kawin jangan lupe manggil tanjidoor & ondel-ondel.aye pasti datang...he..he..salam buat babe & nyak di rumah. Wass.

    BalasHapus
  2. Wass. foto Da'i & Da'iah ada di FB & FS. Search : 'Lulu Susanti'. Iya Akhi, Jazakalloh Khoiron Katsiro.

    BalasHapus
  3. Dai Angin TPI17 Juni 2009 15.00

    Ya tenk-zu, o iye coba mpok buke-buke blog aye di "dakwahnada.blogspot.com",itu blog baru dibikin teman2 aye,nyang kemaren blognye kacau teyuz.Jai bikin baru lagi,mumpung belon dipublikasikan,he..he..

    BalasHapus
  4. iye ni lagi disusun, soalnye blognye bikinnye baru 5 hari yang lalu. jadi belon sempat posting artikel.
    ntar kalo dah ada artikelnya aye kabari.
    o iye,minta alamat web dai daiah tpi nyang lain dong. Soalnye 1 tahun terakhir aye betul2 menyepi di samarinda n bengkulu,kagak pernah kontak2 n kagak tau kabar2 teman2. matur nuwun.

    BalasHapus
  5. amsar : trimakasih ya sudah silaturahm d website saya, salam ukhuwah juga :)

    BalasHapus
  6. Salam...mhn maaf ukhti...sya i'ana/iana89.blogspot.com...mau tanya...ada seleksi da'i da'iah di tahun 2014 ini?? Trimksih..salam kenal minni

    BalasHapus
  7. wa'alaikumsalam... iya insyaAllah ada Dai Daiah Muda Indonesia di MNCTV. InsyaAllah audisi di bulan Mei 2014. salam ukhuwah jg.

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)