Selasa, 17 Maret 2009

Akhlak Seorang Pemimpin

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami lah mereka selalu menyembah.” (QS.Al Ambiya : 73)

Friend..
Dalam Ayat tersebut dijelaskan bahwa, kita mempunyai fungsi sebagai pemimpin dilingkungan masing-masing. Fungsi kepemimpinan juga dipertegas lagi dalam hadits yang menyatakan :
“Tiap-tiap orang adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Seorang Raja menjadi pemimpin, dia bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Seorang laki-laki (suami) menjadi pemimpin dalam rumah tangga dan bertanggung jawab dengan rumah tangganya itu.Seorang pembentu menjadi pemimpin (pemelihara) harta benda tuannya, dan bertanggung jawab memeliharanya. Seorang anak menjadi pemimpin atas harta benda orang tuanya dan bertanggung jawab akan hal ini. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Friend..
Kita tahu kalau menjadi pemimpin adalah tanggung jawab yang besar. Kemudian bagaimana dengan syarat-syarat, sifat-sifat untuk menjadi seorang pemimpin. Yuk bersama-sama kita uraikan akhlaq seorang pemimpin.

1. Rendah hati (tawadhu)

Friend...
Nggak sedikit lho pemimpin yang mulanya dekat dengan rakyat tapi begitu dia sudah mempunyai kedudukan rakyat dilupakan. Ini dia pribahasa yang pas ‘Kalau hari sudah panas, lupa kacang dan kulitnya.’ Sifat yang sombong, congkak dan tinggi hati mulai kelihatan. Bukan cuma sekedar itu lho, kadang-kadang sampai hati menginjak-injak kuduk orang yang telah berjasa menaikannya alias mengorbitkannya.

Friend..
Abu Bakar Shidiq menyatakan bahwa hakikatnya pemimpin itu tidak berbeda dari rakyat biasa. pemimpin hanya sekedar orang yang didahulukan selangkah, sedangkan dipundaknya terpikul satu tanggung jawab yang besar terhadap umat dan masyarakat pada umumnya, terlebih tanggung jawab terhadap Alloh SWT.

Friend..
Pemimpin yang memiliki sifat rendah hati justru bukan berarti merendahkan kedudukannya, melainkan mengangkat martabatnya dalam pandangan orang banyak dan masyarakat.

2. Terbuka menerima koreksi

Friend..
Otomatis setiap pemimpin perlu akan dukungan dan partisipasi rakyat banyak, bagaimana pun kemampuannya, ia tidak akan bisa melaksanakan tugas-tugasnya tanpa partisipasi orang banyak.
Karena itu Friend, seorang pemimpin harus terbuka menerima kritik dan saran, selama kritik itu sehat dan membangun.

3. Amanah dan jujur

Friend..
Sifat amanah yaitu dipercaya dan memelihara kepercayaan orang banyak (rakyat) adalah salah satu sifat pemimpin Islam yang penting.
Agama Islam mewajibkan kita sebagai muslim dan muslimah untuk memelihara amanah, ditegaskan dalam Al Quran :
“Alloh memerintahkan kepada kamu untuk menunaikan amanah kepada ahlinya (yang berhak mempunyainya).” (An Nisa : 58)
Seorang penduduk pegunungan pernah bertanya pada Rosululloh : “Apakah ajaran agama Islam yang paling mudah dan apa yang paling berat?”
Kemudian Rosul menjawab
“Ajaran Islam yang paling mudah ialah mengucap kalimat syahadat; yang paling berat adalah menerima amanah. Tidak diterima (pengakuan) keagamaan orang yang tidak amanah, tidak diterima sholat dan zakatnya.”

Friend..
Secara garis besar, ruang lingkup amanah terbagi menjadi 3 :
1. Amanah terhadap Alloh SWT
2. Amanah terhadap semua makhluk
3. Amanah terhadap diri sendiri

4. Berlaku adil

Friend..
Yang dimaksud dengan adil adalah menimbang dan memperlakukan sesuatu dengan cara yang sama dan serupa, tidak pincang dan tidak berat sebelah. Lawannya adalah zalim.

Karena dalam Islam keadilan itu menjauhkan dari kezaliman, dalam Al Quran :
“Alloh memerintahkan kepada kamu menegakan keadilan dan berbuat baik (ihsan).”
(An Nahl : 90)
Sedangkan larangan berbuat zalim dalam Al Quran tertulis :
“Janganlah kamu berbuat zalim dan jangan pula (menerima) dizalimi.” (Al Baqoroh : 279)

Friend..
Pastinya setuju kan, kalo keadilan harus ditegakan dan diterapkan di setiap bidang kehidupan. Abu Bakar Shidiq menegaskan, bahwa orang yang lemah harus dibela dan orang-orang yang kuat tidak boleh berlaku kejam dan sewenang-wenang.

5. Konsistem dalam perjuangan

Friend..
Dalam suatu perjuangan menagakan cita-cita dan kebenaran pasti bertemu dengan halangan dan tantangan. Oleh karena itu sikap konsisten dalam perjuangan yaitu terus menerus dan lestari dalam perjuangan harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
Disinyalir oleh Kholifah Abu Bakar dalam pidato kenegaraanya itu, bahwa orang yang meninggalkan medan juang, apalagi kalau sampai mengkhianati perjuangan, maka ia akan ditimpa kehinaan seumur hidupnya.

6. Dipatuhi dan bersifat seperti demokratis

Friend..
Mempunyai wibawa terhadap umat yang dipimpinnya, dipatuhi, adalah sikap yang semestinya dimiliki oleh seorang pemimpin. Jangan ketika berhadapan muka dengan pengikutnya mengangukan kepala berkata ‘yes’ lantaran takut, sedangkan dibelakang berkata ‘no’.
Friend..
Seorang pemimpin juga haruslah sedia dan siap untuk mundur apabila ia melakukan penyelewengan, jangan terus menerus mempertahankan kedudukannya.

7. Berbakti kepada Alloh SAW

Friend..
Pemimpin juga bersifat manusiawi; yang mempunyai kekurangan-kekurangan disamping kelebihan-kelebihan. Yang menentukan pada tingkat terakhir adalah petunjuk Illahi dan garis-garis yang sudah ditentukan-Nya.

Oleh sebab itu pemimpin muthlak harus senantiasa menghubungkan diri kepada Alloh SWT. Berbakti kepada-Nya melaksanakan sesuatu yang diridhoi-Nya dan menjauh segala hal yang dimurkai-Nya.

Friend..
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai sikap kesaimbangan dan teguh pendirian dalam segala situasi dan kondisi, yaitu :

Ridho menerima apa yang dapat dicapai
Syukur apabila menang atau mencapai hasil
Sabar menghadapi dan mengatasi tantangan demi tantangan

Lulu Susanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)