Senin, 02 Februari 2009

Valentine day.. Penting ga sih?

“Ayo siapa yang tau ada apa ditanggal 14 Februari ?” pertanyaan itu langsung dijawab serempak oleh para remaja puteri yang hadir dalam pengajian malam minggu di Depok Sukmajaya. “VALENTINE DAY..!!” Pertanyaan ini memang bukan pertanyaan yang sering dilontarkan oleh guru-guru mereka disekolah mengenai tanggal dan hari bersejarah (hari sumpah pemuda, hari Ibu, hari kemerdekan RI, dll) meskipun begitu tanggal 14 Februari sudah menjadi hari bersejarah dan patut diketahui khususnya bagi kalangan remaja bahwa itu adalah hari kasih sayang atau dikenal dengan valentine day.

Sayangnya, mengenai tanggal 14 Febuari dan peristiwa dibaliknya tidak termasuk dalam materi pembelajaran di sekolah sehingga banyak kaum remaja yang keliru dan ikut memperingati tanpa tahu asal usul ‘valentine day’.
Pingin tahu bagaimana jawaban mereka? berikut penuturanya :
“Hari valentine itu hari kasih sayang. tukeran kado biasanya berupa coklat, boneka, atau apapun yang identik dengan warna pink.”
“Seru-seruan aja, dapet some thing dari orang yang kita sayangi.”
“Rame! Banyak acara yang seru di pusat perbelanjaan, café, nuansanya terasa banget.”

Friend..
Pepatah arab mengatakan ‘Fakir qobla an ta’zima’ berfikir lebh dulu sebelum bertindak. Mengapa ? agar keputusan yang kita ambil, baik untuk diri kita, keluarga, sahabat, terlebih agama yang merupakan qonun atau undang-undang dalam hidup kita. Sehingga ketika kita melangkah, langkah kita terasa ringan dan diridhoi oleh Alloh SWT.
Bagi yang pingin ikutan seru-seruan di valentine day, sebaiknya cari tahu lebih dulu ada apa di balik tanggal 14 Februari itu, sehingga kita mudah untuk berfikir dan bertindak lebih tepat. Setuju..! lanjut yuuukk..

Friend..
Asal kata Valentine berasal dari nama seorang bishop, Pedro St. Valentine yang dipacung oleh penguasa Roma yaitu Raja Claudius pada tanggal 14 Februari 270 M lantaran St. Valentine memasukan sebuah keluarga Romawi ke dalam agama Kristen.
Coba Friend.. dapat kita renungkan dari peristiwa itu kini menjadi trend yang ramai dengan aneka perayaan yang diminati oleh kaum muda-mudi, padahal jelas-jelas nggak nyambung banget.
Tapi, itulah kenyataannya penduduk dunia sudah terlanjur menjadikan valentine day sebagai kegiatan rutin tahunan yang diisi dengan aneka hiburan. Hiburan inipun sangat jauh dari ajaran agama Islam, seperti mereka mengungkapkan cinta dengan kissing dan hugging. Sedihnya lagi ketika muda-mudi Islam ikut-ikutan valentine day, yang udah jelas-jelas latar belakangnya bukan berasal dari Islam.

Friend..
Kalo kita flashback, para pengikut St. Valentine memperingati kematian St Valentine sebagai upacara keagamaan, untuk mengagungkan sang rahib yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup.
Namun sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ itu mulai hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’ yakni berupa pesta kasih sayang bangsa Romawi dilaksanakan pada tanggal 15 Febuari yang diberi nama Lupercalia.

Setelah orang-orang Romawi masuk ke dalam agama Kristen pesta ‘Lupercalia’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine sebagai hari kasih sayang sehingga mereka memindahkan upaca penghormatan jasa-jasa sang rahib pada tanggal 14 Februari.

Friend..
Semoga setelah kita mengetahui, kita dapat dapat mengambil kesimpulan bahwa valentine day hanyalah becorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusah akidah muda-mudi Islam, sekaligus mempopulerkan gaya hidup barat dengan berkedok percintaan, perjodohan atau kasih sayang.

Friend..
Setelah kita pahami maka kita akan mudah untuk bertanya pada diri kita sendiri, Apakah kita akan mencontoh begitu saja sesuatu yang jelas-jelas bukan bersumber dari Islam.

Mari kita renungi firman Allah SWT :
“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya.” (Al Isro : 36)

“..Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan), sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dzolim.” (Al Baqoroh : 145)

Rosululloh pun mengingatkan kita dalam sebuah hadits :
“Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum itu.”

Friend..
InsyaAlloh kita sudah tahu apa yang harus kita jawab ketika ada yang bertanya, “ Kenapa sih, kok nggak ikut seru-seruan di hari valentine?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)