Selasa, 11 November 2008

Kunci Sukses

‘Sukses adalah proses’, itu adalah kalimat hikmah (kebaikan) yang aku dapat dari salah satu pemateri di pondok Da’iah, Ustad Wafiyuddin. Beliau menjelaskan, bahwa manusia berada diantara dua sifat pilihan yakni Mutlaq dan Mustahil. Sifat mutlaq (sifat yang pasti), hanya Alloh yang pemiliknya (tak ada yang mustahil bagi Alloh). Sedangkan Mustahil, adalah kebalikan dari Mutlaq (tidak pasti). Dan manusia berada diantara keduanya, yakni Mumkin (antara pasti dan tidak pasti/ kemungkinan).

Subhanalloh, jadi mudah untuk manusia mencapai keinginan/cita-cita/ atau impiannya, karena sifat mumkinnya yang akan membawanya kepada kepastian atau ketidakpastian. Tergantung kepada manusianya, ingin berusaha menjadikan impian itu nyata atau hanya sebatas impian belaka.

1. Syukur pada Alloh SWT dan Ortu

Alloh menjadikan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Siang dan malam, suka dan duka, laki-laki dan wanita, dll. (begitu indahnya..).

Dalam Al-Quran juga ada 3 ayat yang berpasang-pasangan, antara lain :
1. Athii’ulloh wa athii’ur rosuul (taat pada Alloh & taat pada Rosul)
2. ‘Anisykur lii waliwaa lidayka (syukur pada Alloh & kedua Orangtua)
3. Aqiimus sholah wa aatuz zakah (dirikan sholat & tunaikan zakat)

Bersyukur pada Alloh dan bersyukur pada kedua orang tua, adalah kunci utama dari kesuksesan. Inilah indahnya islam, menuju kesuksesan bukan sembarang. Melainkan harus adanya pengorbanan cinta dan kasih sayang agar Alloh dan Orang tua meridhoi.

Syukur pada Alloh. Dengan cara senantiasa meningkatkan iman dan ketaqwaan kita. for the example, mengingat Alloh dimana aja, kapan aja, dan dalam keadaan apa aja. Dari pada di angkot/ kereta bengong lihatin pemandangan sekeliling yang sumpek, lebih baik kita ulang hafalan surat yang sudah kita hafal, baca buku ilmiah, atau zikir (meskipun dalam hati). Kalimat yang paling disukai Alloh adalah, subhanalloh (tasbih, maha suci Alloh), wal hamdulillah (tahmid, segala puji bagi Alloh), walaailaaha illalloh (tahlil, tiada Tuhan selain Alloh), wallo-hu akbar (takbir, Alloh Maha besar).
Syukur pada Orangtua. Dengan cara berbuat baik pada mereka ‘wabil waalidaini ihsaana’ (QS. Al-Isro : 23). Kalo mereka yang sudah bekerja (mapan), maka ‘ihsan-nya’ adalah mensejahterakan kedua orang tua (moril dan materil). Secara gitu lho, kita yang muda-muda masih numpang tempat tinggal bareng Ortu (still join), maka ‘ihsan-nya’ cukup, menjaga hatinya (dengan berbuat baik), jangan sampe bikin hati orang tua jadi encok/pegel-pegel.
Insya Alloh, Ortu bakalan bangga dan seneng banget ngeliat anaknya sholeh dan sholehah. Dan penting diketahui, ‘berbakti’ ini adalah warisan yang turun temurun. Kalo kita berbakti pada Ortu, Insya Alloh ‘sifat bakti’ itu akan menurun pada anak kita kelak, begitu seterusnya.
Sebagaimana Rosul bersabda :

Birruu abaa akum tabirrukum abnaaukum
Berbaktilah (kalian semua) kepada orang tua kalian,
(niscaya) anak-anak kaian akan berbakti kepada kalian.

2. Fokus pada Impian

Fokus : titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa itu; titik api; pusat. Terfokus : terpusat. (kamus bahasa Indonesia)

Gimana, udah konek belum?
Kalo istilah film (secara umum), posisi penempatan objek harus tepat sehingga citra yang dihasilkan oleh lensa tampak tajam dan jelas. Makanya ada gambar yang focus (jelas, tampak & tajam), ada juga gambar yang out focus (nggak jelas, nggak nampak & nggak tajam).
Gimana, gimana, sekarang udah konek belum?
Jadi, dalam mengejar mimpi harus fokus. Yakin seratus persen dan jangan nyerah apalagi setengah-setengah. Waspada juga dengan hal-hal yang menggangu perjalanan dalam menggapai mimpi. Misalnya, mimpi kita musnah lantaran nge-drug atau agak sedikit nge-blur lantaran kehadiran si anu, si itu, si dia ataupun si doi (paham lah..).
So, the important is you mush focussing your dreaming. And the last, good luck! To make your dream comes true.

3. Rakus pada Kebaikan

EGP, kalo mereka belanjanya rakus.
EGP, kalo mereka makannya rakus.
EGP, kalo mereka tidurnya rakus.
But, Nehi ya. Kalo mereka rakus mengejar amal sholeh.
Syirik dalam hal kebaikan? Lagi, lagi, why not? Islam nggak melarang kok, kalo kita syirik melihat seseorang yang lebih pintar (ilmunya wih..), lebih taat (ibadahnya wih..) apalagi lebih dermawan (shodaqohnya wih..), dll. Sekali lagi, syirik dalam kebaikan nggak dilarang..! Justru dari syirik itu, kita semakin berjuang (punya semangat untuk berkompetisi) istilah bekennya, fighting spirit untuk menjadi lebih baik juga.

Fastabiqul khoiroo, wa laisa fastabiqul munkaroot
Berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan berlomba-lomba dalam keburukan

Alloh berfirman :

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
(An-Nahl : 97)


Lagi- lagi, tunggu apa lagi..!!

4. Banyak Silaturrahmi

Selama Ortu mampu, mereka nggak bakalan susah untuk ngasih apa aja yang kita mau, asalkan dari kitanya juga ada timbal baliknya. Selalu menjaga amanah yang diberikannya, selalu menuruti kata-katanya (kebaikan), dan tidak pernah membantah. Insya Alloh, nggak berat bagi ortu untuk membantu mewujudkan keinginan kita.
Siapa bilang, meraih sukses itu sulit. Bagi Alloh untuk memberikan kesuksesan pada hambanya itu, mudah banget. Kalo Alloh udah sayang sama hambanya, apa aja bakalan dikasih. Salah satunya dengan perbanyak silaturrahmi (menjalin kasih sayang).

Dalam sebuah Hadits Qudsi, Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang berfirman :
“Aku Maha Pengasih. Akulah yang menciptakan kasih sayang, dan aku pakai juga kasih sayang atau Ar Rohman itu sebagai nama-Ku. Siapa yang menghubungkan kasih sayang, maka dia tetap berhubungan dengan-Ku. Siapa yang memutuskannya, putus pula hubungan dengan-Ku. Dan siapa yang merusaknya, rusak pulalah hubungan dengan-Ku.” (HR. Tirmizi & Addurrahman bin Auf)

Rosul juga bersabda :
Irhamuu man fil ardhi yarhamkum man fis samaa
Sayangilah orang-orang yang ada di bumi,
supaya disayang pula oleh orang-orang yang ada di langit
(HR. Ath-Thabarani)

Silaturrahmi bisa dimulai dari keluarga terdekat, sampai yang terjauh. Sekarang ini, gampang banget kok cara silaturrahmi. Bisa lewat telepon, surat, email, chating dan sms. Walaupun Cuma tanya kabar lewat sms/Rp.300,- yang penting adalah ‘niat silaturrahminya’. But, lebih baik lagi, kalo kita berkunjung ke rumah (alias door to door). Example, Ke rumah guru-guru SD/SMP/SMU/S.., meskipun nggak bawa parcel, dengan kedatangan kita mereka udah senang banget bahkan mereka nggak nyangka kalo muridnya masih ingat sama gurunya. (but, usul dikit. Biar nggak malu2in, bawa buah tangan lah!). the last, jangan lupa minta doa dari mereka. Otre?!!
Rosul bersabda :
“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dimudahkan urusannya, maka hendaklah ia suka bersilaturrahmi.” (HR. Bukhori Muslim).

Insya Alloh, kunci kesuksesan tadi, akan menjadi bekal kemudahan untuk menuju keberhasilan. Hurry up, segera! Tunggu apa lagi, mari berkemas lahir-batin kita, menggapai mimpi idaman, yakni kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

5 komentar:

  1. Amin,,
    boleh-boleh,,
    shei bookmark deh biar bisa dibaca-baca :)
    salam kenal, ukhti :)

    BalasHapus
  2. wah artikel yg menarik and penuh inspirasi, di upsate terus yap artikelnya biar bisa jdi rujukan bkin makalah.hahaha.syukron ukhti lulu!
    main jga ke sectorku
    http://bina-informatika.co.cc
    http://melilea-organik-jakarta.blogspot.com

    dah 2 aja dulu kunjungnya.hehe.

    BalasHapus
  3. Salam kenal ukhti.

    Cukup bersemangat.

    BalasHapus
  4. artikel kunci sukses...sll mengingatkan saya..dengan pemateri Mario Teguh..top banget deh artikelnya..afwan.ada masukan nih..bisa tidak dikirim artikelnya alqur'an dan Hadistnya dng bahasa Arab..Sukron

    BalasHapus
  5. terimakasih sahabat2 yang sudah silaturahim di web saya :) keep spirit ukhuwah... salam fastabiqul khoirot :)

    @sahabatku shei : silahkan, smoga bermanfaat ya :)

    @sahabatku akhi P. Irfansyah : alhamdulillah :) siap.. sama2 ya saling menasehati dalam kebaikan :)oke, jaga silaturahim di dunia nyata dan juga maya :)

    @sahabatku akhi Thamrin : alhamdulillah, semangat slalu ya :)

    @sahabatku akhi Hafidz : iya akhi, sip.. terimaksih ya untuk sarannya, keep spirit ukhuwah.

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)