Kamis, 18 September 2008

Yang Terlupa di Bulan Ramadhan

Friend..
Namanya juga manusia tak luput dari kehilafan (iya kan?) tapi jangan dijadikan alasan untuk membuat diri kita menjadi jauh dari perbaikan. Secar gitulho, bulan Ramadhan adalah bulan Muhasabah. Alhamdulillah Alloh masih memberi umur untuk merasakan nikmatnnya ibadah di bulan yang mulia ini. Jadi jangan kita sia-siain. Tanam dari dalam hati keinginan untuk memperbaiki kualitas ibadah Romadhan kali ini dari Romadhan tahun lalu. Lebih baik dan bertambah baik. Oke..??
Friend..
Kalo niat udah tertancap dengan kuat, maka harus terus dijaga. Ibarat baterai harus terus di charge biar nggak lowbat. Begitu juga dengan amalan Ramadhan harus terus menerus diisi dengan amal yang mulia. Karena waktu hanya ada dua pilihan, kalo nggak diisi dengan kebaikan ya.. akan diisi dengan keburukan.
Friend..
Ada beberapa hal yang sering kita abaikan di bulan yang penuh ampunan ini. Memang sih hal yang sepele tapi ini berpengaruh besar terhadap kualitas ibadah puasa kita. Antara lain :

1. Menyia-nyiakan Waktu

Waktu adalah pedang, apabila tidak bisa menggunakannya dengan baik maka kita sendiri yang akan terluka, seperti itu pepatah Arab menyampaikan bahwa pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknnya. Terlebih lagi di bulan Romadhan yang penuh dengan kebaikan, pahala yang dilipat gandakan, dan istimewa dari bulan-bulan lainnya.
Karena itu Friend, kegiatan yang kurang bermanfaat di taruh diurutan yang paling belakang dan mendahulukan amalan yang jauh lebih bermanfaat. Contohnnya : Daripada nonton TV, lebih baik tadarus Al Quran. Secara gitu lho, Romadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran (kitab pembeda antara yang Haq dan Bathil). Belum lagi kebaikan yang diberikan bagi yang membaca Al Quran dilipat gandakan. Misalnnya kita baca surat Al Baqoroh, ayat pertama Alif, Lam, Mim. Kita membaca tiga huruf, nilai pahala dan kebaikannya bukan tiga jumlahnnya melainkan sepuluh kali lipat. Jadi kita membaca Alif, Lam, Mim, masing-masing sepuluh kebaikan. Jumlahnnya tiga puluh kebaikan. Subhanalloh, bonus ini hanya berlaku di bulan Ramadhan lho…
Friend..
Sayang banget kan, kalo kegiatan yang banyak kita lakukan nggak bermanfaat, nggak dapat kebaikan sama sekali. Karena itu kita harus pilih kegiatan yang bermanfaat Bisa dengan menghafal Al Quran, Hadits, Tadarus, Membaca buku ilmiah khususnya islam tentang kajian fiqih shoum agar tambah motivasi kita untuk berpuasa dan banyak kegiatan lainnya yang jadi pilihan tepat dan membawa kebaikan yang berlimpah.

2. Konsumsi Makanan Berlebihan

“Namanya juga puasa wajar dong kalo tambah 3 piring.” Deu.. tau deh yang lagi puasa, mentang-mentang nggak makan dan minum, jadi ketika sahur dan berbuka perut padat dengan aneka makanan dan minuman. Nggak kasihan pada alat pencernaan kita jadi yang jadi arena tinju lantaran aneka makanan dan minuman saling beradu (he..he…).
Friend..
Makanan ketika sahur dan berbuka juga jangan dibiarkan tersisa. Sayang banget kan, kalo dibuang gitu aja. Jadi mubazir. Padahal Alloh SWT mengingatkan : “Makan dan minumlah kamu, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orng yang berlebih-lebihan.” (QS. Al ‘Arof : 31).

3. Memasak Aneka Makanan

Terkadang untuk mempersiapkan makanan berbuka harus menguras banyak waktu, mulai dari mempersiapkan bahan-bahan masakan disiang hari sampai pada proses memasak yang begitu banyak, sehingga sedikit sekali waktu yang tersisa untuk membaca tadarus Al Quran. Memang memasak juga merupakan kegiatan yang bermanfaat, mempersiapkan makanan berbuka untuk keluarga merupakan amal yang bernilai ibadah. Tetapi jangan terlalu letih, khawatir ibadah sholat wajib dan sholat sunnah tarawih menjadi alasan untuk tidak sanggup mengerjakan bahkan dilewatkan. Sayang banget kan, padahal ibadah yang sunnah di bulan Ramadhan nilainya sama seperti mengerjakan ibadah wajib.

4. Bergadang Demi Kesenangan

Bergadang jangan bergadang
Kalau tiada gunanya

Begitu kiranya syair lagunya yang dilantunkan oleh raja dangdut H. Rhoma Irama. Memang benar kalau bergadang itu tiada gunanya kalau hanya sekedar untuk kesenangan dan kepuasan sendiri. Misalnya : menghabiskan waktu dengan bergadang semam suntuh demi untuk kegiatan yang tidak bermanfaat, nonton TV, bercanda, ngobrol, hanya sekedar kumpul dengan beberapa makanan ringan. Kegiatan seperti itu di bulan Ramadhan jelas-jelas tidak membawa manfaat. Akibat dari bergadang yang semalam suntuk, di pagi dan siang harinya tubuh menuntut untuk istirahat, maka habislah waktu Ramadhan dengan tidur sepanjang hari. Kalau ditanya ia berdalih dengan gampang saja, “Tidur di bulan Ramadhan itu kan, juga ibadah.” Padahalkan ada ibadah yang lebih besar pahalanya yakni membaca Al Quran dan berzikir.

5. Amalan-amalan Ringan yang Diabaikan

Tidak sedikit kaum muslimin yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang mewajibkan kita untuk berpuasa. Padahal banyak sekali malan-amalan yang lebih bernilai. Memulai dari amalan yang ringan namun dilakukan terus-menerus. Contohnya ibadah sunnah. Jika sholat dhuha yang dilakukan secara terus-menerus atau rutin. InsyaAlloh apabila ibadah yang ringan dilakukan dengan baik, maka melakukan ibadah yang berat akan terasa lebih mudah.

6. Aktifitas Buruk Menjelang Sholat Tawawih

Biasanya hal ini dilakukan oleh kebanyakan para remaja yang senang menghabiskan hari-harinya dengan bermain gitar, nongkrong di pinggir jalan, bahkan ada juga diantara mereka yang bermain kartu dengan alasan menunggu waktu sahur atau jaga di malam hari.

7. Mengabaikan 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan

Iman itu ada kadang bertambah dan berkurang. Tak ubahnya dengan amalan-amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan, kadang suka ada rasa malas untuk konsisten dengan amal baik. Tadarus mulai sayup-sayup, tarawih pun semakin sedikit jumlah jama’ahnnya apalagi kalau tiba di sepuluh hari sebelum hari raya. Sayangnnya banyak diantara kita yang bercabang pikirannya di sepuluh ramadhan akhir ini. Contohnnya berbelanja kebutuhan selama bulan suci ramadhan, membuat kue lebaran, mempersiapkan tiket pulang kampung. Fenomenannya bisa dilihat-lihat dengan jelas di masjid-masjid dengan jumlah jama’ah semakin berkurang. Padahal puncak dari ibadah shoum Ramadhan adalah, dianjurkannya kepada kaum muslimin untuk melakukan ‘itikaf dan berkonsentrasi penuh dalam ibadah.
Friend..
Nyok’ kite fastabiqul khoiroot. Berlomba-lomba dalam kebaikan.
(Penulis. Daiah Lulu Susanti)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)