Kamis, 18 September 2008

Agar si Kecil Senang Berpuasa

“Ibu guru, berpuasa itu apa?”

“Kenapa ibu guru nggak makan?”

Friend..

Pertanyaan itu keluar dari bibir kecil salah satu murid di RA. Kembang 2, tempat aku mengajar. Maklum, namanya juga masa kanak-kanak usia prasekolah yang pada masa itu adalah senang bertanya. Pertanyaan mereka timbul karena rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru, baru mereka lihat dan dengar. Mereka akan mengerti jika penjelasan yang diberikan orang tua atau ibu guru sederhana, jelas dan pastinya dengan menggunakan bahasa mereka, bahasa yang mudah dimengerti.

Lantas bagaimana kita memberi penjelasan kepada anak-anak usia prasekolah tentang ‘puasa?’.


Friend..

Pertanyaan mereka jangan kita jadikan sebagai penyebab kepeningan kepala kita, tapi justru dijadikan moment untuk mengenalkan anak tentang makna berpuasa sedini mungkin. Jawablah pertanyaan mereka dengan perkataan yang sesuai dengan perkembangan mereka. Anak usia prasekolah mampu menerima hal-hal yang dirasakannya secara kongkrit (nyata). Jelaskan kepada mereka se-sederhana mungkin, bahwa berpuasa artinya menahan diri untuk tidak makan dan minum sampai batas waktu yang tertentu.

Friend..

Memperkenalkan si kecil berpuasa dengan cara yang bertahap. Kita lebih dulu mengenalkan suasana berpuasa. Misalnya dengan mengajak si kecil makan sahur bersama, berbuka puasa bersama dan tarawih bersama. Jika anak mulai tertarik unytuk ikut berpuasa makan jangan dipaksakan untuk full selama satu hari, biarlah mereka menjalani puasa sesuai dengan kesanggupannya, bila hanya setengah hari maka itu pun sudah baik. Jangan memaksa anak, biarkan mereka bergembira dengan lingkungannya.

Kemudian bagaimana jika kita menginginkan anak menyimpulkan dengan sendirinya bahwa, berpuasa adalah hal yang menyenangkan. Tentunya dalam hal ini peranan orang tua dan guru sangat diperlukan. Apa saja itu? Antara lain :

  1. Sambut Meriah Bulan Ramadhan

Dalam menyambut bulan Ramadhan kadangkala kita kurang mempersiapkan dengan matang sehingga suasana bulan Ramadhan tidak ada bedanya dengan suasana di bulan-bulan lain. Karenanya menciptakan suasana yang berbeda adalah cara awal memperkenalkan anak akan kemuliaan bulan Ramadhan. Misalnya dengan menaruh hiasan kertas warna-warni yang bertuliskan ‘marhaban ya Romadhan’

Rosululloh bersabda : “Barang siapa yang bergembira dengan datangnnya bulan Ramadhan. Maka Alloh mengaharamkan baginya jasadnya tersentuh api neraka.”

  1. Mengenalkan Ramadhan Lewat Cerita dan Mainan

Salah satu cara untuk memperkenalkan anak pada bulan Ramadhan adalah dengan bercerita kisah-kisah menari seputar bulan Ramadhan, bisa dengan boneka, menggambar atau lewat buku yang kita bacakan pada anak. Kisah para ambiya, Rosululloh SAW beserta sahabat-sahabatnya atau bisa juga kisah para lain yang mengandung hikmah bagi anak.

Memperkenalkan Ramadhan dengan mainan misalnya dengan memberikan mainan puzzle, kartu bergambar binatang, tumbuhan atau benda-benda yang berada didekat anak, bermain alat musik atau bisa juga komputer yang interaktif. Semua itu diharapkan agar tumbuh semangat dan antusias anak selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

  1. Ciptakan Suasana Kondusif

Menciptakan suasana kondusif juga perlu, karena itu mempengaruhi semangat anak. Salah satu caranya dengan mengubah penataan rumah. Contohnya mengubah letak permainan, TV, majalah/buku yang bersifat umum, diganti dengan majalah dan buku yang islami. kamar tidur anak bisa juga dihisi dengan tulisan hadits-hadist pendek yang mudah diingat dan dihafal. Memberikan reward dengan ‘kartu bintang’, yakni kartu yang bertuliskan jadwal kegiatan Ramadhan yang telah disusun bersama anak dan dijalani dengan baik, maka kartu itu akan terisi oleh stiker bintang. Semakin banyak stiker bintang yang didapat, si kecil akan merasa senang dan dengan sendirinya anak akan termotivasi untuk menjalankan kegiatan yang terjadwal dibulan Ramadhan.

  1. Menu Yang Menarik dan Bergizi

Ini adalah tugas ibu untuk menyusun menu makanan anak yang bergizi dengan tampilan makanan yang menarik, selain si keci senang dan lahap memakannya, tanpa ia sadari banyak gizi yang terdapat di dalam makanan yang dimakannya. Lagi-lagi tugas ibu untuk melatih pola makan anak. Si kecil yang setiap harinya makan tiga kali sehari, selama bulan Ramadhan menjadi dua kali sehari, yakni waktu sahur dan berbuka.

  1. Ibadah Bersama Keluaga

Jika kegiatan dibulan Ramadhan dilakukan bersama-sama keluarga, maka akan lebih terasa nikmatnnya ibadah. Misalnya saling membangunkan untuk makan sahur kemudian berkumpul bersama untuk berbuka, hingga sholat tarawih berjama’ah, terus seperti itu. Ketika kegiatan itu merupakan hal yang baru bagi si kecil, akan tetapi dilakukan dengan bersama-sama dan rutin, maka anak akan menjadikannya sebagai kebiasaan yang bernilai ibadah.

Friend..

Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dengan anak-anak berpuasa. Misalnya saja dari sisi kesehatan, dengan puasa memberikan waktu pada organ-organ tubuh untuk berpuasa. Anak-anak juga akan dilatih untuk berdisiplin. Bangun sahur di malam hari dan berbuka puasa sesuai kemampuan mereka. Ini adalah latihan untuk mereka agar taat pada aturan agama. Manfaat puasa juga dapat membiasakan anak untuk melakukan hal-hal yang baik. Melatih kejujuran, rasa saling berbagi dan memberi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)