Sabtu, 19 Juli 2008

SIAP MENIKAH?

Friend..
Sebelum menyatakan cinta, sebaiknya kita tau dulu, apasih yang dimaksud dengan nikah.
Menurut bahasa nikah adalah penyatuan. Bisa juga diartikan sebagai akad (penyebab terjadinya kesepakatan) atau hubungan badan. Selain itu, ada juga yang mengartikannya percampuran. Al- Fara� mengatakan �An-Nukh� adalah sebutan untuk kemaluan.

Adapun menurut syariat, nikah juga berarti akad. Argumentasinya adalah karena disebabkan banyaknya pengertian nikah yang terdapat di dalam Al-Quran maupu Hadits sebagai akad.
Friend..
Nikah merupakan amalan yang disyariatkan. Berdasarkan firman Alloh SWT :
� Maka nikahilah wanita-wanita (lainnya) yang kalian senangi, dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian takut tidak dapat berlaku adil, maka cukup seorang wanita saja, atau budak-budak yang kalian miliki.� (An-Nisa : 3)
Friend..
Rosululloh SAW juga berpesan buat kita yang masih sendirian :
�Wahai generasi muda, barang siapa diantara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya, pernikahan itu dapat menundukan pandangan mata dan memelihara kemaluan.� (Mutafaqun �Alaihi)
Demikian juga dengan pesan cinta Rosul yang lain :
�Menikahlah dengan wanita yang penuh cinta dan banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian diantara para nabi pada hari kiamat kelak.� (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

- Berani bilang cinta, berani nikah

Friend..
Udah siap belom? Kalo belom siap, jangan dibaca dulu.
Gimana, udah berani bilang cinta? Berarti udah berani nikah dong?
Kalo niat kamu udah 100 % untuk menyatakan cinta pada si �some one�.
Nggak usah malu-malu gitu deh, pede aja kalee..
Lanjut..

Friend..
Manusia adalah makhluk ciptaan Alloh yang paling sempurna. Pada diri manusia ada 2 potensi (dorongan hidup) yang selalu mendorong melakukan kegiatan dan menuntut kepuasan. (apa aja sih?)
1. Kebutuhan jasmani (hajatu al-�udhowiyah).
Contohnya : makan, minum, tidur, buang hajat, dll. Ini kebutuhan yang pasti. Singkatnya, harus dilakukan.
2. Kebutuhan Naluri (ghorizoh). Sekedar menuntut adanya pemenuhan saja. Jika tidak dipenuhi, manusia nggak akan mati dan nggak akan gelisah. Contohnya, naluri seksual (ujungnya cuma buat kepuasan aja). Naluri seksual muncul karena adanya rangsangan-rangsangan dari luar. Misalnya, membayangi cewek seksi, cowok macho, baca buku, film dan hal lain yang berbau porno.

Pertanyaannya barang kali, kenapa sih.. kita diberi naluri seksual?

Friend..
Alloh menganugrahi naluri seksual untuk mempertahankan keturunan. Itu sebabnya manusia berkembang biak mempunyai keturunan yakni dengan organ kelamin dan gairah seksual yang mendorong untuk melakukan aktifitas seksual.
Bagaimana aktifitas seksual itu dilakukan? Alloh memberikan petunjuk lewat perantara Rosul-Nya. Aktifitas seksual dijalankan sesuai aturan Alloh yang bernilai ibadah. Untuk itu, Alloh dan Rosul memerintahkan untuk menikah. Yuk, kita buka Al Quran surat An-Nur : 32. Disana Alloh memerintahkan mereka yang sendiri untuk menikah (jangan berpikiran, nantinya begini-begono). �Duh, gimana sandang, pangan, papan-nya, ya?�.
Friend..
Bukankah Alloh Maha Luas Pemberiannya, jadi segala sesuatu telah diatur, begitupun dengan rejeki.
Friend..
Coba deh, kita paku kuat-kuat pertanyaan berikut ini :
1. Udah siap nikah, apa belom? (abis itu, baru pertanyaan berikutnya)
2. Siapa yang bakal jadi pasangan hidup kita?
Ibarat mau mudik, segala sesuatunya harus dipersiapkan. Makanannya, minuman, obat-obatan, pokoknya segala keperluan harus dicek dan ricek. Sama juga kaya kita memilah-milih pasangan hidup. Harus yang baik, bagus, cakep, (bla..bla..).
Friend..
Pingin dapet yang baik? Alloh menjelaskan dalam Al Quran :
�Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).� (An-Nur : 26)
Intinya, Alloh sudah mengatur semuanya. Insya Alloh, kalo kita baik, pasti dapa yang baik. Ibarat kata, loyang dapat loyang, emas dapat emas, bararutut dapat yang bararutut juga (he..he.. ngaco ah! Tapi kalo ada yang mau, silahkan.)
Friend..
Kita sudah tau betul bahwa menikah adalah menjalankan sunnah Rosul. Kalau sunnah Nabi ini di jalankan, hikmah yang kita dapat adalah munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan, akan tumbuh kecintaan, kasih sayang dan kesetiaan antara pasangan suami dan sitri. (QS. Ar-Rum : 30)
Friend..
Gimana ya, kita tahu baik buruknya �calon suami/istri� sebelum nikah? (jadi pertanyaan besar neh)
Friend..
Dalam islam ada istilah �ta�aruf� perkenalan tanpa berkholwat (tidak berdua-duan). Abis itu, baru deh dikenalin ke keluarga. Dalam hadits dijelaskan tentang kriteria yang gimana sih, yang patut dijadiin pendamping hidup. (ayo, ingat baik-baik)
1. Karena hartanya
2. Karena (kemuliaannya) keturunannya
3. Karena kecantikannya / ketampanannya
4. Karena agamanya
Friend..
Tapi yang paling penting adalah AGAMA-nya. (Friend, jangan bengong gitu dong.) Kalo kamu merasa udah cocok, ngapain ragu ambil keputusan (buruaaann, nikahi diaaa..!!!) Kan enak tuh, nggak perlu patah hati lagi, nggak bikin was-was orang tua lantaran kelamaan pacaran. Abis itu, kamu resmi dapat perizinan dari Alloh. Nggak tanggung-tanggung, dapat pahala lagi.

Tapi Friend, nikah zaman dulu sama sekarang kan beda jauh. (mau tau bedanya?)

Dulu :
Ali bin Abi Tholib udah punya tekad yang bulat buat bilang cinta pada gadis pujaan hatinya, Fatimah Az Zahra. Dengan pedenya, pria tampan nan gagah itu datang menghadap Rosululloh SAW. Apalagi coba, yang bakal diomongin Ali kalau bukan mengutarakan isi hatinya (ya iyalah..). Tapi nggak tau kenapa, pas face to face sama Rosululloh, kok jadi grogi. Bahkan, bibir Ali kelu nggak bisa ngomong (duh, gimana dong?). Untungnya Rosululloh langsung membuka pembicaraan.
�Pasti ente dateng kesini punya maksud dan tujuan. Iya kan?�
�Be..betul.� Jawab Ali dengan hati yang masih dag-dig-dug.
�Kalo emang betul. Ente kemari, tujuannye ape?� (waduh friend, ditanya begitu Ali bingung ngejelasinnya). Sementara Rosululloh masih coba-coba menerka.
�Ape ente dateng kemari buat ngelamar putri ane?� (Ketahuan maksud dan tujuannya, Ali jadi senyum)
�Nah, itu die yang sebenernye pingin ane ungkapin dari tadi.�
�Kalo gitu, ente punya sesuatu yang bisa dijadiin mahar.�
�Ya Rosul, ane kaga punya ape-ape.� (untungnya friend, Rosululloh ingat sesuatu)
�Ente kan punya baju besi. Gimane kalo itu yang dijadiin mahar.�
Friend..
Singkat cerita, lahirlah kata DEAL. Rosululloh pun menikahkan putrinya dengan Ali. Walaupun hanya bermaharkan baju besi senilai 400 dirham. Rosululloh mengingatkan mantunya agar pernikahan itu disertai dengan walimah. Maka para sahabat memberikan sumbangan (patungan). Misalnya, Sa�ad bin Abi Waqos menyumbangkan seekor kambing, sedangkan sahabat yang lain menyumbangkan makanan jadi dan sebagainya.
Friend..
Menikah itu gampang kan? tapi senyumnya jangan terlalu lebar. Itu kan dulu, yang jelas-jelas beda banget sama zaman sekarang.
Modalnya Bang Miun (nama samaran) boleh dibilang pedenya melebihi Ali bin Abi Tholib. Dari tiga bulan lalu bang Miun ngapalin teks sampe begadang biar nggak grogi ngomong depan calon mertua. Salut! Bang Miun ngomong dengan lancar, bak kereta expres yang nggak ada hambatan. Modal keberanian menyatakan cinta boleh dibilang, doi lulus dengan predikat A (baik sekali). Tapi nggak dengan yang satu ini. Ketika ditanya tentang �modal atau harta�, tanpa banyak kata, Bang Miun langsung ter-eliminasi (duh, kasihan..)
Friend..
Tau sendiri kan, zaman sekarang pernikahan itu banyak embel-embelnya. �bebawaan segala rupa� dan pesta yang �wah�. Belom lagi, pertimbangan untung ruginya. (gimana friend, masih berani nggak?)
Friend..
Nikah itu ibadah yang nggak bisa ditunda-tunda. Nikah itu suatu kebaikan, jadi kebaikan itu prosesnya harus dipercepat. Pernikahan juga harus tetap berjalan, jangan berhenti ditengah jalan lantaran nggak bisa ngikutin resepsi ala zaman sekarang. Berjalanlah, sesuai kemampuan yang kita miliki.
Friend..
Islam itu mudah. Begitu juga dengan ibadah yang satu ini, nikah. Dalam pernikahan yang terpenting adanya calon pengantin, ijab kabul, wali, saksi (minimal 2 orang laki-laki) dan terakhir, mahar. (mudah kan?) Sedangkan walimah (resepsi pernikahan) hukumnya nggak wajib, melainkan sunnah yang dianjurkan.
Intinya, walimah itu mengundang orang-orang untuk menghadiri acara pernikahan. Disitu kita menyediakan makanan, ini dia yang disebut walimatul �ursy. Tujuannya, agar masyarakat tau kalau A sudah menjadi istri / suami si B.
Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menuliskan, walimah berarti berkumpul. Karena pada waktu itu (walimah), disatukannya suami dan istri. Sedangkan secara istilah yakni makanan dalam acara pernikahan.
Friend..
Tau nggak, walimah Rosululloh sendiri sederhana banget. Yang paling �wah� ketika menikahi Zainab binti Jahsyi. Hidangannya seekor kambing dan roti. Saat menikahi Shafiyah boleh dibilang, sederhana banget. Hidangannya kurma, keju, dan minyak samin.
Friend..
Walimah? Dibuat fleksibel aja. Jangan memberatkan si miskin, dan membuat kaku si kaya. Lebih dari itu, jangan ada pemborosan (tabzir) dan membeda-bedakan. Misalnya, si kaya hanya mengundang yang kaya, lantas si miskin terlupakan. Trus, jangan sampe walimah dijadikan sarana untuk ajang pamer. Ending-nya, malah jadi perbuatan syirik. Timbul deh, budaya pinjam duit sana-sini sekedar pingin buat pesta yang �wah�. Nantinya yang ada bukannya tenang, tapi malah bingung mikirin bingung bayar hutangnya. Ini dia yang disebut, biar nyohor tapi tekor.


- Nikah? Maju terus , pantang mundur

Friend..
Kenapa kepala kamu mendadak nyut-nyut ?
Terus, kok hati kamu jadi menciut ?
Apa karena biaya nikah yang ber jut-jut?
Jangan mundur, apalagi sampe kabur.

Friend..
Umpamanya kita punya keinginan buat pinjem buku di perpustakaan, niatnya udah bener banget, tapi ngelangkahin kaki aja males banget alias ogah-ogahan (ya, sama aja bohong dong) NATO, no action talk only.
Kita liat deh, atlit dalam pertandingan lari. Nggak ada tuh, yang ragu-ragu dalam berlari, pede aja kali. (lantas apa hubungannya dengan nikah?) Jangan salah, nikah juga harus punya keyakinan yang kuat. Nggak boleh dihatui perasaan gelisah lantaran zaman berubah, bikin susah.
Hallow, any body here? Kalo udah muncul perasaan cinta, jangan balik haluan nggak jadi nikah. Ikutin aja langkah berikut.

1. U are U
Friend..
Kita harus percaya dengan kemampuan yang ada di diri kita. Kalo bisanya segini, bal..bla.. ya cukup segini. Kadang ada orang yang sampai memaksa mencapai kemampuan tapi malah jadi keteteran. Pingin ngadain walimah yang �wah� tapi nggak ada kemampuan untuk itu. Intinya friend, berpegang teguhlah pada kemampuan yang kita punya. (chayo..! lanjut.)

2. Mengalah bukan berarti kalah
Setiap manusia pasti punya keinginan, hasrat atau obsesi. Cobalah untuk lebih mengalah pada diri sendiri. Ketika kepingin beli ini atau itu, simpan dulu lah. Coba sedikit-demi sedikit ditabung buat ibadah yang satu ini, nikah. Kalo sikap mengalah ini udah muncul dalam diri kita, pasti kita bisa mengendalikan diri dalam setiap situasi dan kondisi.

3. Menyaring saran biar lancar
Friend..
Nggak sedikit yang langsung pusing lantaran ngedengerin saran dari tetangga, temen, bahkan saudara terdekat tentang kemauan mereka untuk membuat pesta yang �wah banget�. Bukannya nggak kepingin nerima saran. Tapi plis deh, saring dulu lah. Bersikaplah hati-hatidan waspada. Dari pada mengikuti kemauan orang lain tapi mengalami kesulitan, lebih baik yang sederhana aja.
Friend..
Yang terpenting walimah membawa berkah. Jadi nggak usah malu-malu buat bilang, �Thanks banget ya atas saran Mba, tapi mau gimana lagi, rejekinya emang Cuma segitu.� (beres, kan?)

4. Berburu informasi
Ali bin Abi tholib aja bisa me-lobi para sahabat sampai akhirnya ikut patungan buat hidangan walimahannya. Paling nggak, kita bisa cari informasi sana-sini. Siapa tau kita dapet peralatan sewaan (tenda, bangku dan peralatan lainnya) lebih murah. Siapa sangka juga kalo temen kita jago masak, dan dia bersedia untuk bantu. Nggak bisa diduga juga, kalau ada teman kita atau saudara teman kita yang siap meminjamkan aula buat resepsi. (toh kan, dimana ada kemauan, pasti ada jalan)

- Kita perlu tahu

Konsekuensi Pernikahan

Friend..
Dalam segala sesuatu pasti ada konsekuensinya. Misalnya kalo kita menjaga kesehatan, maka konsekuensinya adalah menghindari sesuatu merusak jasmani kita, salah satunya dengan tidak mengkonsumsi narkoba. Begitupun dengan pernikahan, ada beberapa konsekuensi yang harus dibuktikan, antara lain :
1. Status baru sebagai suami istri
Friend..
Sesudah akad nikah, maka secara otomatis status pun akan berubah menjadi suami dan istri. Kalo seorang leleki mempunyai ikatan yang kuat sebagai suami, maka ia harus melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai suami. Misalnya, memperlakukan istri dengan baik, memberi nafkah yang halal dan baik dan membimbing istri dengan baik. Begitu juga dengan istri, ia harus hormat dan patuh kepada suaminya.
2. Mematuhi nilai-nilai islam
Friend..
Akad nikah yang berlangsung secara islam bukan hanya sekedar formalitas hukum belaka, yang melambangkan hidup bersama dalam satu rumah, tetapi juga merupakan hidup bersama dalam satu nilai-nilai ketentuan yang datang dari Alloh dan Rosul-Nya baik jasmani dan rohani. Misalnya jika suami atau istri tidak memenuhi haknya dengan baik, maka diselesaikan dengan baik sesuai dengan ketentuan nilai-nilai islam.
Alloh berfirman :
�Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.� (QS. Al Jatsiyah : 18)
3. Mempunyai keluarga besar
Friend..
Pernikahan bukan hanya sekedar menyatukan satu keluarga, tetapi juga menyatukan dua keluaga (suami dan istri). Misalnya, sebelum menikah hanya punya satu orang tua (ibu dan ayah) tetapi setelah menikah, orang tua suami / istri menjadi orang tua kita juga yang harus diperlakukan dengan baik sama halnya dengan orang tua kandung kita.
4. Mendidik anak
Friend..
Konsekuensi pernikahan juga adalah keterikatan menjadi orang tua (bila dikaruniai anak). Karena suami istri harus mempersiapkan diri mereka untuk menjadi orang tua yang baik, yang kelak akan mendidik anaknya dengan baik pula. Suami dan istri selalu kerjasama dalam mendidik dan membesarkan anak sehingga tidak ada kontradiksi diantara keduanya. Dengan begitu, pernikahan menjadi ladang amal soleh dalam membentuk keluarga yang bertujuan mengabdi pada Alloh SWT.

Hak dan Kewajiban Suami Istri

Friend..
Memiliki keluarga yang tentram dan bahagia adalah dambaan semua insan. Seperti yang Alloh firmankan dalam QS. Ar Rum : 21. Oleh sebab itu, agar kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik maka suami dan istri harus menjalani hak dan kewajiban bersama. Apa sih, hak dan kewajiban suami istri.
1. Hak atas jasmani
Friend..
Salah satu kebutuhan manusia dalam hidupnya adalah terpenuhinya nafsu seksual. Dengan menikah manusia akan memiliki media penyaluran hasrat seksual yang lebih mulia dari pada binatang. Lebih halal, sah dan terhormat dihadapan Alloh SWT, keluarga dan masyarakat.
2. Hak waris
Friend..
Sekedar kita tahu (bagi yang belum menikah) bahwa, ketika suami meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan, maka istrinya berhak memperoleh harta warisannya, begitupun sebaliknya. Karena memang pewarisan atas harta bisa terjadi disebabkan adanya hubungan darah dan pernikahan. Maka dari itu, masing-masing suami / istri berhak atas kepemilikan hartanya. Misalnya, istri mempunyai rumah, maka suami harus mengakui bahwa rumah itu adalah milik istrinya. Jadi nggak boleh dirubah akte kepemilikan rumah istrinya dengan nama suami.
3. Hak atas anak
Friend..
Hak bersama antara suami istri adalah hak anak. Apabila kehidupan rumah tangga dikaruniai anak, maka suami atau istri berhak atas anak tersebut, meskipun keduanya bercerai.
4. Berlaku baik
Friend..
Mu�asyaroh bil ma�ruf (berlaku baik) merupakan hak dan kewajiban suami dan istri. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rosululloh bahwa beliau sangat memuliakan istri dan anak-anaknya. Pernah suatu saat, salah seorang istrinya mau menaiki unta, beliau berjongkok dan kemudian memberikan pahanya untuk dijadikan tumpuan oleh istrinya. Rosululloh juga tidak pernah bersikap kasar, bila ada sesauatu yang tidak berkenan dihatinya. Rosul memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang disukai dan senantiasa penuh kelembutan.
Rosululloh bersabda :
�Mu�min yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik diantara kamu ialah mereka yang baik terhadap istrinya. (HR. Ahmad)
5. Menjaga amanah
Friend..
Suami dan istri juga mempunyai tanggung jawab sesuai perannya masing-masing dalam membentuk rumah tangga yang cemerlang. Manakala seluruh anggota keluarga (suami, istri dan anak) menunjukan tanggung jawabnya, maka rumah tangga itu tidak akan mengalami kesulitan dalam mempertanggungjawabkan kehidupan di dunia ini.
Rosululloh bersabda :
�Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinan kamu.� (HR. Bukhori dan Muslim)
6. Mengokohkan kesabaran
Friend..
Suami iastri adalah dua individu yang berbeda, masih butuh adaptasi dan toleransi. Terkadang masing-masing pasangan merasa dirinya paling benar dan paling baik, disinilah perlunya kesabaran dalam berumah tangga.
7. Menjalin kerjasama
Friend..
Kerjasama sangat diperlukan dalam kehidupan berumah tangga, sehingga segala suatunya menjadi lebih ringan dan mudah untuk diselesaikan. Misalnya dalam ekonomi keluarga, bagaimana tugas istri mengatur sehingga pendapatan suami cukup untuk menafkahi keluarga. Bekerja sama dalam hal mendidik anak, mengurus perawatan rumah tangga dan sebagainya.

Kewajiban Suami � Istri
Friend..
Kalimat ijab dan kabul memang hanya kata-kata yang singkat, namun sakral dan justru itu akan merubah seseorang dalam hubungannya dengan orang lain. Salah satunya adalah adanya kewajiban yang harus ditunaikan oleh suami kepada istri dan sebaliknya. So, apa aja ya, kewajiban bagi keduanya.

Kewajiban suami kepada istri :

1. Membayar mahar sesuai kemampuan
Kewajiban yang harus ditunaikan bila lelaki menikahi wanita adalah membayar mahar (mas kawin) secara tunai, bahkan ini menjadi rukun nikah. Bila mahar belum dibayar, maka itu termasuk hutang. Mahar juga menjadi milik istri sepenuhnya yang tidak boleh diambil lagi oleh suami.

2. Memberi nafkah yang halal dan berkah
Dalam memenuhi segala keperluan sandang, pangan dan papan istri, maka suami wajib memberi nafkah. Suami harus memiliki etos kerja yang tinggi dalam membiayai keperluan keluarga, ia harus mencari nafkah yang halal dan berkah.
Alloh berfirman :
�Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. Alloh tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan apa yang Alloh berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.� (QS. Ath Thalaq : 7)

3. Membimbing dan mendidik istri
Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nisa : 34 menafsirkan lafaz
Dengan beberapa makna diantaranya :
a) Laki-laki itu pemimpin istrinya. Sebagai seorang pemimpin tentunya harus melindungi, mensejahterakan dan membahagiakan yang dipimpin yaitu istrinya.
b) Laki-laki itu orang tua istrinya. Sebagai pengganti orang tua dalam memelihara, mendidik dan memberi kasih sayang.

Kewajiban istri kepada suami :

1. Patuh dan taat kepada suami
Istri yang terbaik pastinya ia patuh dan taat pada suami. Sehingga ia selalu berusaha membahagiakan suaminya dan menjauhi segala celah yang membuat suaminya marah.
Rosululloh bersabda :
�Sebaik-baiknya wanita adalah apabila engkau memandang kepadanya, ia menggembirakan kamu. Apabila engkau perintah, ia mematuhinya. Apabila engkau berinafkah, ia menerima dengan baik. Dan apabila engkau tidak disampingnya, ia akan menjada dirinya dan hartamu.� (HR. Nasa�i)

2. Melayani suami dengan baik
Ini adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh istri, melayani suami dengan baik, salah satunya melayani keinginan seksual dari suaminya.
Rosululloh bersabda :
�Jika seorang suami mengajak istrinya untuk melayani hubungan di tempat tidur dan si istri tidak memenuhinya (tanpa alasan yang tidak dapat diterima), dan ia (suami) tidur dalam keadaan marah atas istrinya, maka para malaikat akan mengutuknya (istri) sampai datang waktu subuh.� (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Berlaku baik kepada suami
Sang istri selalu menjaga prilakunya agar tidak membuat suaminya marah dan kecewa. Rosululloh bersabda :
�Tidak halal bagi perempuan (istri) yang beriman kepada Alloh melakukan : menerima tamu di rumahnya yang tidak disukai oleh suaminya, keluar rumah yang suami tidak mengizinkannya, janganlah menuruti orang lain tentang suaminya, janganlah menjauhi tempat tidurnya dan janganlah melawan suami meskipun aniaya, tetapi tenanglah sampai reda kemarahannya/gembira. Bila suami sadar dan menerima, maka kesejahteraan dilimpahkan Alloh kepadanya. Bila suami tidak menerima, maka ia telah mendapat pahala karena telah menjalankan kewajibannya dan Alloh mengampuni dosa-dosanya.� (HR. Hakim)
Friend..
Insya Alloh, apabila suami dan sitri menjalani hak dan kewajibannya dengan baik maka akan terciptalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Keluarga yang tenang, tenteram, dan diliputi oleh kasih sayang sehingga kelak akan melahirkan generasi yang islami dan mewujudkan masyarakat dan bangsa yang islami pula.

1 komentar:

  1. boleh juga nih
    arif_santoso25@yahoo.co.id

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)