Senin, 28 Juli 2008

Giliran Dai’ah Siap Berlaga

JAKARTA, KAMIS-Jika menyebut nama da’iah, paling-paling kita hanya akan mengingat sebatas nama dai’ah yang kerap muncul di layar kaca saja. Sebut saja Lutfiah Sungkar, Tuti Alawiyah dan Neno Warisman.

Ke depan, barangkali tak hanya nama-nama itu saja yang bakal hadir di layar kaca. Energi baru akan lahir menggantikan tongkat estafet dalam berdakwah terutama di kalangan mubaligah-mubaligah kita.

Stasiun tv swasta Lativi, misalnya telah mengawalinya lewat Pemilihan Dai Cilik (Pildacil). Ajang pencarian bakat da’i-da’i muda itu memang tak hanya dilakukan sebatas kalangan anak-anak lelaki saja, tapi juga melibatkan anak-anak perempuan.

Manager Humas Lativi, Raldy Doy sempat berujar jika Pildacil lebih bertujuan mengembangkan nilai pendidikan dan nilai moral yang positif di kalangan anak-anak.

Meski demikian kelak, mereka inilah yang akan memegang tongkat estafet dalam melakukan dakwah kepada masyarakat.

Langkah yang sama kini juga dilakukan stasiun televisi. Setelah sukses menjaring da’i-da’i muda lewat Dakwah TPI (DAI) tahun lalu, kini giliran dai’ah (mubaligah perempuan) juga turut dijaring.

Berdasarkan hasil audisi di 7 kota besar di Tanah Air, yakni Medan, Semarang--meliputi Yogyakarta dan Jawa Tengah--Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Bandung dan Jakarta, terpilih 10 da’i dan dai’ah .

Programming Div Head TPI, Endah Hari Utari (U’ut) mengatakan, dilibatkan pada calon dai’ah pada ajang DAI kali ini, lebih karena ingin memberikan peluang yang sama kepada kalangan pendakwah perempuan.

"Semua berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, baik itu laki-laki atau perempuan. Ajang ini juga memberi peluang bagi perempuan untuk berdakwah kepada perempuan lainnya," katanya menjelaskan.

Proses penjaringan para da’i dan dai’ah kali ini memang cukup ketat. Dari hasil proses audisi di tujuh kota, hanya 40 orang yang berhasil diboyong ke Jakarta. Kemudian mereka dikarantina untuk dipilih sepuluh orang da’i dan dai’ah yang layak tampil di Mimbar da’i dan dai’ah. Untuk Mimbar Da’i, penayangannya akan dimulai Sabtu (16/9), sementara Mimbar Dai’ah Minggu (17/9), pukul 15.00-17.00.

Kesepuluh dai’ah itu, yakni Hj. Didah Durrotun Nafisah (Didah), Witrin Noor Jutstiatini (Witri), Nella Ucky (Nella), Nur Laila (Laila), Hanif Fardian Addafi’ah (Devi), Lulu Susanti (Lulu), Nafisah Barrotut Taqiyah (Nafa), Waradatul Jannah (Warda), dan Siti Rahmawati (Siti).

Menurut U’ut, Para da’i dan dai’ah ini nantinya akan kembali dijaring untuk berebut tiket tiga besar. "Selain memberikan penilaian dalam menyampaikan materi, kemampuan menyampaikan jawaban dari para mualim dan muallimat juga akan dinilai," katanya.

Dalam penampilannya nanti, mualim dan muallimat akan memberikan pertanyaan dari para calon da’i dan dai’ah tentang penguasannya terhadap materi yang disampaikan.

Dari kalangan Muallimat akan tampil antara lain, Lutfiah Sungkar, Hj, Sitaresmi, Marrissa Haque, Ratih Sang, Astri Ivo dan Neno Warisman. Sementara di jajaran mualim ada Menteri Agama Maftuh Basyuni, Ust. Jeffrey Al Bukhori, Kang Ibing, Anwar Sanusi, Yusuf Mansyur hingga H. Qomar.

"Program acara ini menjadi program di akhir pekan bagi keluarga. Acara mimbar sendiri akan menjadi tontonan menjelang buka puasa," terang U’ut.

Copy


Jumat, 15 September 2006 - 11:50 wib

2 komentar:

  1. subhanallah ustadzah, saya kagum dengan ustadzah yang cantik ini

    BalasHapus
  2. subhanallah,,, saya sangat kagum dengan ustadzah yang cantik ini

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda untuk sekedar saran, kritik dll.

Anda suka dengan artikel Lulu masukan Email anda untuk berlangganan (Gratis):

Delivered by FeedBurner


http://www.o-om.com Did You Know... »» (?)